Jelang Libur Panjang, Dokter Tetap Sarankan Anak di Rumah Saja

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 23 Oktober 2020 10:57 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 23 481 2298234 jelang-libur-panjang-dokter-tetap-sarankan-anak-di-rumah-saja-oZpL3Q3Jjb.jpg Pandemi Covid-19 (Foto: Doctissimo)

Klaster libur panjang menjadi kekhawatiran banyak pihak di masa pandemi. Momen liburan mungkin tetap terjadi dan hal tersebut membawa risiko penularan virus di antara masyarakat.

Di situasi yang masih belum terkendali seperti sekarang, dokter pun menyarankan agar setiap orang menahan anaknya untuk tetap di rumah saja selama momen libur panjang nanti. Ini perlu diperhatikan agar Anda sekeluarga mampu meminimalisir risiko paparan virus corona Covid-19.

Bicara soal paparan Covid-19, pada anak-anak kebanyakan itu tanpa gejala atau OTG dan ini menjadi masalah yang harus disikapi serius.

 anak di rumah saja

Dijelaskan Dokter Spesialis Anak RS Pondok Indah-Puri Indah, dr Cynthia Rindang Kusumaningtyas, SpA, risiko paparan Covid-19 dari OTG itu sangat mungkin terjadi dan anak-anak bisa jadi sasarannya.

"Seseorang yang terinfeksi Covid-19 tetap dapat menularkan virus melalui percikan atau droplets saluran napas dari mulut maupun hidungnya saat ia sedang berbicara, tertawa, bersin, atau batuk. Percikan yang mengandung virus itu dapat terhirup oleh orang lain, termasuk si anak, yang berjarak 1-2 meter di sekitarnya," terangnya dalam keterangan resmi yang diterima Okezone, Jumat (23/10/2020).

Semakin lama dan semakin dekat jarak anak saat berinteraksi dengan orang lain, sambung dr Cynthia, akan meningkatkan risiko anak terinfeksi. Apalagi bila anak berada di dalam ruangan tertutup, karena lebih sulit menjaga jarak dengan orang lain di sekitarnya. Selain itu, ventilasi udara di dalam ruangan tertutup juga tidak sebaik pertukaran udara di ruangan terbuka.

Bagi anak, terutama balita, tentunya akan sangat sulit diberikan pengertian agar mereka tetap diam di satu tempat dan menjaga jarak minimal dengan orang lain di sekitarnya. Hal yang juga akan sukar dilakukan adalah melarang anak untuk tidak menyentuh berbagai barang di sekitarnya karena kelompok usia ini memang sedang senang melakukan eksplorasi berbagai hal baru yang ditemuinya.

Selain itu, menjaga agar anak tidak sering menyentuh mata, hidung dan mulutnya selama berada di luar rumah akan menjadi tantangan tersendiri bagi keluarga, terutama saat anak harus menggunakan masker.

Baca juga: Anak Diberi Nama Provider Internet, Keluarga Dapat Gratis WiFi 18 Tahun

"Oleh sebab itu, tetap berada di rumah selama masa pandemi ini tetap merupakan rekomendasi utama dalam era new normal terutama bagi kelompok usia anak," ungkap dr Cynthia.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini