Epidemiolog Imbau Kepala Daerah Beri Sanksi untuk Cegah Klaster Libur Panjang

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Jum'at 23 Oktober 2020 19:15 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 23 481 2298596 epidemiolog-imbau-kepala-daerah-beri-sanksi-untuk-cegah-klaster-libur-panjang-ge0c54sBrs.jpg Patuh pakai masker cegah penularan Covid-19 (Foto : Okezone)

Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dan mengantisipasi klaster libur panjang pada akhir Oktober 2020. Ia mengimbau masyarakat untuk tetap dirumah dan tidak bepergian untuk mencegah terjadinya lonjakan kasus positif virus corona Covid-19 di Tanah Air.

Pada kesempatan tersebut Tito pun membagikan setidaknya lima poin penting dalam upaya mencegah terjadinya klaster libur panjang. Meski demikian, Epidemiolog Griffith University Australia, Dicky Budiman, menyebut bahwa imbauan yang diberikan pemerintah pusat tidaklah cukup. Harus ada dukungan dari para kepala daerah masing-masing untuk mencapai tujuan bersama.

“Pemerintah pusat tak bisa mengeluarkan sanksi ke bawah. Artinya kepala daerah harus berdiskusi untuk meminimalisir mobilisasi dan membatasi interaksi masyarakat selama libur panjang. Ini harus dibuat regulasi untuk bisa meredam hal tersebut,” ucap Dicky, dalam Live Streaming Okezone “Antisipasi Klaster Libur Panjang”, Jumat (23/10/2020).

Terkait dengan kewajiban masyarakat yang harus melakukan tes Covid-19 sebelum melakukan perjalanan ke luar daerah, Dicky menjelaskan bahwa hal tersebut sebenarnya tidaklah efektif. Sebab tes yang dilakukan oleh masyarakat sebelum bepergian, sifatnya sesaat.

“Misal saya di tes Polymerase Chain Reaction (PCR) negatif, tapi di jalan ketemu orang dan longgar dalam menjaga jarak, maka hasil negatif tersebut akan hilang. Dan beberapa hari kemudian akan positif. Jadi Tracing, Testing, Treatment (3T) itu kalau mau efektif ya dilakukan secara kontinyu dan jangan dikaitkan pada saat orang mau pergi,” lanjutnya.

Baca Juga : Epidemiolog Imbau Masyarakat Belajar dari 2 Peningkatan Kasus Libur Panjang Sebelumnya

Ia pun menyarankan masyarakat Indonesia untuk liburan di zonanya sendiri, artinya tidak keluar dari daerah kota mereka berasal sebab kondisi Covid-19 di Indonesia masih belum terkendali. Misalnya kalau tinggal di Bandung, liburnya dibatasi di Bandung saja dan jangan keluar dari daerah tersebut.

“Meski masyarakat sudah jenuh, tapi tolong diimbau untuk tidak keluar dari daerahnya dan tetap berada di kota tersebut. Jadi pemerintah buat informasi tempat wisata. Bisa diarahkan ke tempat wisata yang outdoor. Dan pastikan manajemen di tempat wisata itu melaksanakan Safety Plan Protocol dari kepala daerah,” tuntasnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini