Amankah Kunjungi Klinik Kecantikan saat Pandemi?

Heru Haryono, Jurnalis · Jum'at 23 Oktober 2020 22:34 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 23 611 2298662 amankah-kunjungi-klinik-kecantikan-saat-pandemi-EbxqF9EYA4.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

DI masa pandemi seperti saat ini tak dipungkiri membuat ruang gerak terbatas. Ditambah lagi adanya kekhawatiran jika harus melakukan aktivitas di luar rumah, seperti melakukan perawatan wajah di klinik kecantikan.

Menurut dr Ferlinna, pemilik klinik kecantikan di Jakarta Selatan, perawatan wajah sebaiknya memang tetap dilakukan secara rutin.

“Pandemi ini kita tidak tahu kapan akan berakhir. Kita memang harus waspada, tapi juga bukan selalu berdiam diri selamanya,” katanya.

Menurut dr Ferlinna, berdiam diri di rumah bukan berarti terbebas dari masalah kulit. Permasalahan kulit itu akan selalu ada, karena kulit itu hidup. “Kulit perlu nutrisi dan dirawat. Apalagi kalau selama ini dirawat tiba-tiba enggak. Kulitnya nanti kaget,” ujar pemilik FX Skinnology ini.

Perawatan Kecantikan

Permasalahan kulit yang kebanyakan muncul saat pandemi adalah jerawat. Selain karena pemakaian masker yang salah, terutama masker kain. Selain itu juga kemungkinan karena psikis karena stres, atau makanan yang dikonsumsi.

Namun, diakui bahwa untuk mengunjungi klinik kecantikan saat ini bukan hal yang mudah. Di masa sekarang ini kita harus saling menjaga keamanan dan kenyamanan dari keduabelah pihak.

Bagi pasien yang ingin mengunjungi klinik kecantikan di masa, dr Ferlinna membagikan beberapa tips. Pertama, menurut dr Ferlinna ada baiknya pasien memastikan diri sehat dan bebas covid-19. Bahkan beberapa klinik juga menyarankan pasien untuk melakukan pemeriksaan rapid sebelum tindakan.

Kedua, pastikan sebelum keklinik dapat melakukan perjanjian terlebih dahulu dengan klinik, sehingga tidak perlu mengantre dan saling bertemu dengan pasien lainnya. “Kami memang melakukan pembatasan pasien setiap harinya, di ruang perawatan juga diberi jarak agar tidak berdekatan,” katanya.

Menurut dokter kelahiran 1983 ini, pihaknya juga melakukan screening pasien seperti kewajiban penggunaan masker, pemeriksaan suhu badan, pemberian antiseptic dan dengan mengajukan beberapa pertanyaan ke pasien, melakukan wawancara untuk mencari tahu apakah pasien melakukan perjalanan selama 2 minggu terakhir atau melakukan kontak dengan pasien terdeteksi covid-19.

Tim medis dan beautician juga diwajibkan dalam menjalankan tugasnya menggunakan masker, faceshield, sarung tangan, dan seragam khusus, Ujarnya.

“Bahkan kami dalam melakukan massage juga menggunakan sarung tangan untuk menghindari kontak langsung antar kulit. Memang agak kurang nyaman, tapi demi kebaikan bersama,” kata dr Ferlinna.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini