Terpaksa Bepergian, Ikuti Tips Ini agar Terhindar dari Covid-19

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Sabtu 24 Oktober 2020 08:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 24 481 2298762 terpaksa-bepergian-ikuti-tips-ini-agar-terhindar-dari-covid-19-qutBs9F3Ts.jpg Ilustrasi bepergian di tengah pandemi covid-19. (Foto: Dok Okezone/Arif Julianto)

MASYARAKAT Indonesia bersiap menantikan libur panjang pada akhir Oktober 2020. Meski menjadi angin segar, libur panjang kali ini berpotensi menimbulkan lonjakan kasus virus corona (covid-19) seperti pada bulan-bulan sebelumnya.

Sekadar informasi, satu bulan usai libur panjang Lebaran ada peningkatan kasus positif covid-19. Pada 23 Mei 2020 yang mulanya di angka 900-an, tercatat pada 23 Juni meningkat hingga menembus angka 1.000-an.

Baca juga: Cegah Klaster Libur Panjang, Perlukah Ada Penutupan Wilayah? 

Epidemiolog Griffith University Australia Dicky Budiman mengatakan fenomena serupa juga terjadi pada libur panjang kedua di masa pandemi covid-19. Ketika 17 Agustus, jumlah kasus terinfeksi sekira 1.500-an. Sebulan setelahnya naik hampir dua kali lipat yakni sekira 3.000-an. Alhasil, berdiam diri di rumah adalah cara terbaik yang bisa dilakukan.

Meski demikian, apabila masyarakat sudah telanjur membeli tiket atau terpaksa melakukan perjalanan, Dicky pun memberikan beberapa tips yang bermanfaat untuk mencegah penularan infeksi covid-19.

Baca juga: Kendalikan Covid-19, Epidemiolog Imbau Indonesia Tiru Australia 

"Sebenarnya tidak disarankan, tapi kalau sudah telanjur. Pastikan pergi dan pulang menggunakan kendaraan pribadi atau kendaraan yang tidak bercampur dengan orang lain. Misalkan travel atau ojek online dan lain-lain. Ini lebih aman," ucap Dicky dalam Live Streaming Okezone bertajuk 'Antisipasi Klaster Libur Panjang', Jumat 23 Oktober 2020.

Ia juga mengimbau warga lanjut usia (lansia), bayi, dan ibu hamil sebisa mungkin tidak bepergian. Lalu untuk anak muda, meski relatif tidak berisiko terkena covid-19, juga harus dijaga supaya jangan bepergian.

Baca juga: Epidemiolog Imbau Kepala Daerah Beri Sanksi untuk Cegah Klaster Libur Panjang 

Terkait tempat wisata yang diprediksi akan membeludak selama libur panjang akhir bulan ini. Dicky mengimbau pihak pengelola harus bersikap suportif dalam upaya mengurangi persebaran covid-19.

"Tempat wisata harus memiliki klausul kalau ada pembatalan dari pengunjung apabila mereka mendadak tidak jadi pergi ke tempat tersebut. Misal, jaminan uang kembali atau ganti hari. Ini berlaku juga bagi tiket bioskop. Kalau tempat wisata tidak ada regulasi seperti ini, ini salah besar. Artinya, mereka sangat tidak suportif," tuntasnya.

Baca juga: Epidemiolog Imbau Masyarakat Belajar dari 2 Peningkatan Kasus Libur Panjang Sebelumnya 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini