Hari Dokter Nasional, Intip Perjuangan Mereka Melawan Corona

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Sabtu 24 Oktober 2020 12:33 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 24 481 2298823 hari-dokter-nasional-intip-perjuangan-mereka-melawan-corona-PH5wBwj6fa.jpg Ilustrasi penanganan pasien virus corona. (Foto: Shutterstock)

PANDEMI virus corona yang belum reda menjadi tugas berat bagi para dokter untuk memberikan layanan kemanusiaan kepada masyarakat. Tidak sedikit dari mereka yang gugur selama bertugas untuk menyelamatkan nyawa para pasien yang terinfeksi covid-19.

Tepat pada hari ini, Sabtu 24 Oktober 2020, diperingati sebagai Hari Dokter Nasional. Perayaan Hari Dokter Nasional makin istimewa karena bertepatan dengan hari jadi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang ke-70. Tentunya momen ini menjadi penyemangat bagi para dokter dan staf medis lainnya untuk terus berjuang melawan pandemi.

Baca juga: Terpaksa Bepergian, Ikuti Tips Ini agar Terhindar dari Covid-19 

Sekadar diketahui, mengemban tugas sebagai dokter bukanlah sesuatu yang mudah. Mereka bertanggung jawab untuk tetap teguh memegang asas kemaslahatan bagi seluruh masyarakat dan asas kesejawatan antardokter. Bahkan tidak sedikit dari para dokter yang rela berkorban demi menyelamatkan masyarakat yang sakit.

Salah satunya adalah Dokter Spesialis Paru dr Ai Gozali, SpP, MD. Beberapa bulan lalu ia mencurahkan keluh kesahnya lewat curhatan di Instagram @aigozali06. Dokter muda yang berdomisili di Lampung itu sangat khawatir tertular virus corona dari pasiennya. Terlebih dengan sikap masyarakat yang masih mengabaikan protokol kesehatan.

Dokter Ai Gozali merawat pasien covid-19. (Foto: Instagram @aigozali06)

Sebelumnya Dokter Ai mengungkapkan bahwa dirinya bisa menjadi carrier virus corona yang dibawa ke lingkungan keluarganya. Terlebih bagi istrinya yang tengah hamil.

"Gimana kalau gue ketularan. Gimana kalau gue enggak ketularan, tapi jadi carrier, padahal istri gue lagi hamil dan kami sedang menanti anak kami lahir di tengah pandemi ini," ungkapnya.

Dokter Ai pun membandingkan ketakutan yang dirasakannya, sama seperti para tenaga medis yang bekerja mengatasi virus corona. Ia mengatakan hingga saat ini masih banyak pasien yang datang ke tempatnya dengan riwayat bepergian dari luar kota.

Baca juga: Kendalikan Covid-19, Epidemiolog Imbau Indonesia Tiru Australia 

Ia meminta beberapa bantuan dari masyarakat agar pandemi virus corona dapat segera berakhir. Salah satunya melalui peran serta kesadaran masyarakat untuk bepergian yang bisa menjadi media persebaran paling potensial.

"Doakan kami para staf medis. Jangan pernah sentuh muka sebelum mencuci tangan. Gue mohon banget enggak usah keluar rumah dulu kalau enggak penting banget, apalagi ke luar kota. Demi membantu memutus rantai penularan," lanjut Dokter Ai.

Pada akhir unggahannya, Dokter Ai mengatakan apabila masyarakat menurut dan menaati imbauan seperti physical distancing, kemungkinan kondisi ini bisa aman terkendali.

"Kalian enggak perlu merasakan yang kami rasakan tapi tolong bantu kami. Hanya kepada Allah kita memohon perlindungan," tuntasnya.

Hal serupa juga dilakukan oleh sosok dr Handoko Gunawan. Ya, dokter senior ini menghebohkan masyarakat dengan aksi heroiknya merawat pasien covid-19. Sosoknya menjadi terkenal sejak artis cantik Kirana Larasati mengunggah foto dokter berusia 80 tahun itu di media sosial.

Melalui akun Instagram-nya @kiranalarasati beberapa waktu lalu, ia mengatakan bahwa dr Handoko adalah seorang ahli paru di RS Graha Kedoya, Jakarta Barat. Dokter Handoko sempat menunjukkan kondisi memprihatinkan setelah dirawat di Intensive Care Unit (ICU).

Baca juga: Anak-Anak Butuh Gizi Baik untuk Bertahan di Tengah Pandemi 

Kala itu kondisi dr Handoko mengalami sesak napas akibat covid-19 sehingga membutuhkan ventilator untuk membantunya bernapas. Kondisi memprihatinkan yang dialami dr Handoko membuat Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menjadi tergerak.

Ia lantas menghubungi dr Handoko melalui saluran telepon untuk mengetahui kondisi kesehatannya saat ini. Melalui akun Instagram-nya @ganjar_pranowo. Dalam rekaman video tersebut, dr Handoko pun sedikit memberikan informasi tentang kondisi kesehatannya.

"Di Rumah Sakit Persahabatan. Sudah sehat sih, enggak panas. Dikarantina masuk ke dokter paru saya. Memang situasinya buruk sekali ya," terang dr Handoko.

Baca juga: Epidemiolog Imbau Kepala Daerah Beri Sanksi untuk Cegah Klaster Libur Panjang 

Tidak hanya itu, dr Handoko juga memberikan wejangan kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dan tidak mengabaikan covid-19.

"Situasinya buruk, mesti ada terobosan. Kalau begini terus kita enggak tahu yang ketemu di pasar itu ODP atau PDP," tuntas dr Handoko.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini