Hari Dokter Nasional, Semua Diimbau Berjuang Menyudahi Pandemi

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Sabtu 24 Oktober 2020 21:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 24 481 2298973 hari-dokter-nasional-semua-diimbau-berjuang-menyudahi-pandemi-9k7PBRwyLS.jpg Ilustrasi Hari Dokter Nasional. (Foto: Unsplash)

SETIAP 24 Oktober diperingati sebagai Hari Dokter Nasional dan juga merupakan Hari Ulang Tahun Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pandemi virus corona (covid-19) yang menyerang seluruh dunia menjadi salah satu tugas berat para dokter dan tenaga medis saat ini.

Dalam perayaan Hari Dokter Nasional dan HUT ke-70 IDI, Ketua Majelis Kolegium Kedokteran Indonesia Profesor Dr dr David S Perdanakusuma SpBP(K) berharap semua dokter dapat terus memegang teguh tanggung jawab mengemban tugas kemanusiaan selama masa pandemi covid-19.

Baca juga: Sejarah Singkat Hari Dokter Nasional dan Terbentuknya IDI 

"Semoga seluruh sejawat dokter di Indonesia tetap teguh memegang asas kemaslahatan bagi seluruh masyarakat dan asas kesejawatan antardokter. Itu adalah ikatan yang abadi yang tidak luntur karena waktu," kata dr David dalam siaran pers yang diterima Okezone, Sabtu (24/10/2020).

Ia melanjutkan bahwa saat ini semua dokter yang ada di Tanah Air sama-sama berjuang untuk menyudahi pandemi covid-19. Oleh karena itu, usaha keras dan kerja sama antara dokter diharapkan terjalin dengan baik dalam upaya menyelamatkan negeri.

"Mari bahu-membahu terus berjuang bersama, karena tanggung jawab itu tersemat di pundak kita. Jangan patah semangat, kalau bukan kita sebagai dokter, siapa lagi yang dapat diharapkan menyelamatkan negeri kita tercinta Indonesia ini dari pandemi ini," jelasnya.

Baca juga: Hari Dokter Nasional, Intip Perjuangan Mereka Melawan Corona 

Hal yang sama pun diungkapkan Ketua Tim Mitigasi PB IDI dan Ketua Terpilih PB IDI, dr Adib Khumaidi SpOT. Menurut dia, profesi dokter di Indonesia saat ini dihadapkan dengan tantangan yang sangat luar biasa. Bahkan ancaman terhadap eksistensi profesi dapat dibagi menjadi tantangan yang berasal dari dalam maupun luar.

"Meningkatkan perhatian pada inisiatif horizontal seperti program jangka panjang untuk memperkuat layanan kesehatan nasional, pelayanan kesehatan primer, pendidikan kesehatan masyarakat atau keterlibatan masyarakat dalam penyusunan inisiatif kesehatan adalah upaya untuk mencegah penyebaran penyakit menular," tuntasnya.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini