Vaksin Covid-19 Buatan Universitas Oxford Picu Kekebalan Tubuh yang Kuat

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Minggu 25 Oktober 2020 08:39 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 25 481 2299141 vaksin-covid-19-buatan-universitas-oxford-picu-kekebalan-tubuh-yang-kuat-WDqlUg5dWk.jpg (Foto: Shutterstock)

VAKSIN virus corona atau Covid-19 yang sedang dikembangkan di Universitas Oxford bekerja dengan baik dan telah terbukti menghasilkan respons kekebalan tubuh yang kuat pada sukarelawan. Studi menunjukkan bahwa peneliti tidak menggunakan strain yang dilemahkan seperti vaksin tradisional. Mereka menggunakan suntikan Oxford yang mengarahkan tubuh untuk memproduksi sebagian dari virus itu sendiri.

Para peneliti yang dipimpin oleh University of Bristol menemukan metode ini secara efektif memberikan instruksi genetik yang memberi tahu tubuh bagaimana membuat protein lonjakan dari SARS-CoV-2 yang merupakan virus yang menyebabkan Covid-19. Setelah protein direplikasi, sistem kekebalan kemudian bereaksi terhadapnya.

Sistem kekebalan ini melatih tubuh untuk mengenali penyakit dan mampu melawannya tanpa membuat orang tersebut jatuh sakit. Pemimpin penelitian dari Sekolah Kedokteran Seluler dan Molekuler (CMM) Bristol, dr David Matthews menyebut ini adalah studi penting karena pihaknya dapat memastikan bahwa instruksi genetik yang mendasari vaksin.

"Hingga saat ini, teknologi belum dapat memberikan jawaban dengan kejelasan seperti itu. Tetapi kami sekarang tahu bahwa vaksin tersebut melakukan semua yang diharapkan dan itu hanya kabar baik dalam perjuangan kami melawan penyakit,” terang dr. David, melansir dari Metro, Sabtu (24/10/2020).

 Vaksin virus corona yang sedang dikembangkan di Universitas Oxford bekerja dengan baik.

Baca juga: Ketahui Khasiat Buah Blewah untuk Ibu Hamil

Sarah Gilbert yang memimpin uji coba vaksin Universitas Oxford menambahkan bahwa studi tersebut menegaskan sejumlah besar protein lonjakan virus corona diproduksi dengan sangat akurat.

“Ini sangat membantu menjelaskan keberhasilan vaksin dalam mendorong respons kekebalan yang kuat,” terang Sarah.

Peneliti sekaligus Farmakologis, Sir Patrick Vallance mengatakan semuanya berjalan dengan baik dengan vaksin yang menghasilkan respons kekebalan dalam uji klinis fase tiga.

“Saya tetap berpandangan bahwa kemungkinan penggunaan vaksin yang lebih luas tidak akan terjadi sampai musim semi atau lebih tahun depan. Pada saat kami mendapatkan dosis yang cukup dan pemahaman yang cukup tentang hasil untuk menggunakannya,” ungkap Vallance.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini