4 Penyakit yang Perlu Diwaspadai saat Bencana Banjir

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Minggu 25 Oktober 2020 10:54 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 25 481 2299183 4-penyakit-yang-perlu-diwaspadai-saat-bencana-banjir-4GU32zHY5g.jpg (Foto: MedicineNet)

Banjir melanda di beberapa wilayah Indonesia baru-baru ini, tepatnya di Perumahan Vila Nusa Indah, Bekasi, Jawa Barat dan Perumahan Villa Nusa Indah 2, Bujung Kulur, Kabupaten Bogor.

Seperti diketahui, banjir tidak hanya memberikan kerugian material, tetapi juga masyarakat perlu waspada dengan munculnya potensi beberapa penyakit . Penyakit tersebut disebabkan oleh genangan air banjir yang tidak bersih dan membawa banyak kuman penyakit.

Mengutip dari NdTV, berikut beberapa penyakit yang berisiko menyerang manusia saat banjir.

Hepatitis A

Peradangan sel-sel hati menyebabkan hati berfungsi secara tidak normal, virus yang menyebabkan peradangan ini disebut dengan hepatitis A. Penyakit ini ditularkan dari makanan uang tidak higienis atau tidak dimasak terlebih dahulu. Gejalanya adalah demam ringan, kehilangan nafsu makan, sakit perut dan mata kuning.

Cara menghindarinya: konsumsi makanan bersih dan dimasak. Jangan juga berbagi gelas minum yang sama dengan orang lain.

Kolera

Mirip dengan demam tifoid, kolera disebabkan oleh bakteri yang disebut sebagai Vibrio Cholera yang tersebar pada air minum dan makanan. Lalat yang terinfeksi menjadi pembawa bagi penyakit ini. Gejalanya yang paling umum adalah nyeri dan muntah.

Cara menghindarinya: konsumsi makanan bersih dan baru dimasak. Jangan mengonsumsi air putih tanpa merebusnya terlebih dahulu. Selain itu mencuci tangan dan menjaga wadah makanan agar tidak terkontaminasi virus atau bakteri pasca-banjir.

 Beberapa penyakit perlu diwaspadai saat bencana banjir.
(Foto: Smithsonian Magazine)

Baca juga: Lezatnya Macaroni Schotel, Yuk Bikin Sendiri di Rumah

Leptospirosis

Salah satu infeksi yang ditularkan langsung dari air yang terkontaminasi adalah leptospirosis. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri yang disebut leptospira dan terkandung dalam urin hewan seperti tikus, sapi dan kerbau. Penularan penyakit ini melalui luka terbuka atau melalui kulit yang berada di dalam air untuk waktu yang lama.

Gejala umumnya adalah sakit kepala, demam, nyeri otot, infeksi mata merah atau berair. Jika penyakit ini tidak terdeteksi tepat waktu maka pasien akan koma.

Cara menghindarinya: hindari berjalan terlalu banyak di perairan banjir. Kalau bisa, kenakan sepatu bot karet setiap kali berjalan di dalam air.

Demam Tifoid

Demam tifoid disebabkan oleh bakteri bernama salmonella typhi yang hadir dalam air minum dan makanan yang terkontaminasi. Penyakit ini menular dengan cara kontak langsung dengan air yang tercemar. Gejala penyakit ini adalah kehilangan nafsu makan, demam tinggi dan diare.

Cara menghindarinya: mengonsumsi makanan segar dan sehat. Hindari makan makanan jalanan, berasal dari tempat mana pun yang dianggap tidak bersih.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini