Takut Terinfeksi Covid-19, Cerita Pasien Enggan Cek Kesehatan di RS

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Minggu 25 Oktober 2020 09:50 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 25 612 2299161 takut-terinfeksi-covid-19-cerita-pasien-enggan-cek-kesehatan-di-rs-HUIYItDlGZ.jpg (Foto: Shutterstock)

PANDEMI virus corona atau Covid-19 yang tak berkesudahan berdampak besar pada pasien dengan riwayat penyakit penyerta (komorbid). Mereka menjadi khawatir dan enggan memeriksakan kondisi tubuhnya ke rumah sakit karena takut terinfeksi Covid-19.

Salah satu orang yang merasakan dampak Covid-19 adalah Liang. Karena angka kasus Covid-19 yang terus melonjak, ia memilih untuk tidak memeriksakan dirinya ke rumah sakit. Padahal Liang seharusnya melakukan cek sebulan sekali untuk penyakit jantung yang dideritanya dan kontrol setiap dua minggu untuk mengobati ginjalnya.

“Karena Covid-19 belum mereda, saya jadi tahan dulu berobat ke rumah sakit. Jadi yang saya lakukan hanyalah mengonsumsi obat yang sebelumnya sudah diresepkan oleh dokter selama pandemi,” terang Liang, saat diwawancarai Okezone.

Meskipun kondisinya stabil, namun Liang mengaku agak sedikit khawatir dengan kondisi kesehatannya. Sebab, sudah hampir setengah tahun belum mengunjungi rumah sakit untuk kontrol. Tapi di satu sisi ia juga takut terinfeksi Covid-19 saat di rumah sakit. Terlebih Liang menggunakan BPJS Kesehatan sehingga harus mengantre cukup lama untuk mendapatkan giliran.

 Pandemi Covid-19 berdampak besar pada pasien dengan riwayat penyakit penyerta (komorbid).

Baca juga: Ketahui Khasiat Buah Blewah untuk Ibu Hamil

Namun belum lama ini Liang mencoba memberanikan diri untuk pergi ke rumah sakit untuk berkunjung ke dokter spesialis jantung yang biasa menanganinya. Ia ke rumah sakit dengan menggunakan perlengkapan sesuai dengan protokol kesehatan yang berlaku.

“Kemarin ini coba cek kesehatan jantung ke rumah sakit. Agak khawatir sih, tapi ya udah beranikan diri saja, karena beberapa hari sebelumnya suka ada keluhan badan lemas. Dokter bilang, kondisi jantung baik, dan kalau memang tidak ada keluhan yang berarti sebaiknya di rumah saja tak perlu ke rumah sakit karena risikonya sangat besar saat mengantre dengan pasien lainnya,” lanjutnya.

Liang mengaku tidak ada perubahan yang berarti dalam pemeriksaan selama pandemi Covid-19. Hanya saja protokol kesehatan yang diperketat supaya terhindar dari klaster rumah sakit.

“Pelayanan sama aja seperti sebelum pandemi. Tapi protokol kesehatannya saja yang diperketat. Untungnya saat saya kontrol, kondisi masih belum ramai pasien. Sehingga bisa cepat ditangani,” tuntasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini