Demi Uang, Mahasiswa Ini Diduga Sengaja Tertular Covid-19

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Senin 26 Oktober 2020 07:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 25 612 2299210 demi-uang-mahasiswa-ini-diduga-sengaja-tertular-covid-19-AeNG1JDN4v.jpg Ilustrasi (Foto : Odditycentral)

Universitas Brigham Young di Idaho telah meluncurkan penyelidikan terhadap klaim bahwa beberapa mahasiswanya dengan sengaja mencoba terinfeksi SARS-CoV-2 yang merupakan virus penyebab Covid-19. Mereka kemudian dituduh menjual plasma antibodi mereka untuk mendapatkan uang tunai.

Pejabat di Universitas Brigham Young, yang dimiliki oleh The Church of Jesus Christ of Latter-day Saints, mengutuk keras perilaku yang dituduhkan dari para mahasiswanya. Mereka juga mengumumkan keputusannya untuk menangguhkan siapa pun yang tertangkap karena mencoba untuk tertular virus dengan sengaja.

Universitas saat ini sedang menyelidiki insiden di kampus, dan telah mendesak mahasiswa untuk tidak mengorbankan diri sendiri dan orang lain demi risiko keuangan. Sebab risiko tersebut tidak sebanding dengan imbalan yang diperoleh.

“Kontraksi dan penyebaran Covid-19 bukanlah hal yang ringan. Pengabaian yang sembrono terhadap kesehatan dan keselamatan pasti akan menyebabkan penyakit tambahan dan hilangnya nyawa di komunitas kita. Jika siswa kesulitan, BYU-Idaho siap membantu. Tidak pernah ada kebutuhan untuk menggunakan perilaku yang membahayakan kesehatan atau keselamatan untuk memenuhi kebutuhan,” terang pernyataan universitas, melansir dari Oddity Central.

Pasien Covid-19

Outlet berita Idaho telah mengidentifikasi beberapa pusat donasi yang membayar untuk plasma antibodi, termasuk satu yang dekat dengan universitas yang mengklaim membayar korban Covid-19 USD100 atau Rp1,4 juta per kunjungan sebagai ucapan terima kasih khusus.

Baca Juga : Terpaksa Bepergian, Ikuti Tips Ini agar Terhindar dari Covid-19

Bayaran tersebut diterima karena mereka menyelamatkan nyawa selama pandemi. Lokasi lain dilaporkan membayar donor USD200 atau Rp2,9 juta untuk setiap dua kunjungan pertama mereka.

Menurut FDA, plasma dari orang yang disembuhkan dari Covid-19 mungkin efektif dalam mengobati penyakit ini dan manfaat yang diketahui dan potensial dari produk tersebut lebih besar daripada risiko yang diketahui dan potensial dari produk tersebut. Hingga awal pekan lalu, Universitas Brigham Young telah mengonfirmasi 119 kasus mahasiswa aktif Covid-19 dan 20 kasus karyawan aktif.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini