Dokter Tirta Ditantang Ribut saat Sampaikan Pentingnya Pakai Masker

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Minggu 25 Oktober 2020 18:06 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 25 612 2299277 dokter-tirta-ditantang-ribut-saat-sampaikan-pentingnya-pakai-masker-1m5dAAnXWE.jpg Dokter Tirta (Foto : Instagram/@drtirtaofficial)

Edukasi pentingnya masker di masyarakat tidak pernah berhenti. Ini juga berkaitan dengan masih banyaknya orang yang tak tahu fungsi dari masker di masa pandemi seperti sekarang. Itu juga dialami Dokter Tirta.

Ya, dokter yang kerap menyita perhatian itu punya pengalaman tak mengenakan saat mengedukasi masyarakat soal pentingnya pakai masker. Bukan sekadar dianggap menyampaikan informasi tak penting, ia sampai diajak ribut oleh sebagian orang.

"Saya pernah menyampaikan edukasi di suatu daerah, itu orang-orang di sana udah bukan lagi enggak mau dengerin pesan yang kita sampaikan, tapi ngajakk ribut," cerita dr Tirta pada Okezone, beberapa waktu lalu.

Dokter Tirta

Saat mendapat tantangan itu, ya, mau enggak mau dokter Tirta memilih untuk 'pergi' dari keadaan. Ya, daripada urusan malah panjang, ada baiknya pergi. Setidaknya sudah berusaha untuk menyampaikan edukasi walau ditolak.

Baca Juga : 4 Penyakit yang Perlu Diwaspadai saat Bencana Banjir

Soal hoaks apa yang pernah masuk ke kupingnya langsung, dokter yang juga relawan Covid-19 itu menceritakan kalau ada di wilayah pedesaan, orang-orang di sana percaya kalau Covid-19 itu 'sesuatu' yang bakal keluar di malam hari.

"Ya, jadi bagi orang-orang di daerah itu, Covid-19 tuh bukan penyakit yang disebabkan infeksi virus, melainkan sesuatu yang akan keluar di malam hari. Makanya, orang-orang di wilayah itu enggak keluar malam karena takut diserang 'sesuatu' yang bernama Covid-19," paparnya.

Tidak hanya di pedesaan, masyarakat di perkotaan juga banyak yang ogah pakai masker padahal mereka terpapar informasi soal pentingnya masker secara tidak langsung. "Beberapa orang di perkotaan juga banyak yang enggak mau pakai masker. Saat kita minta buat pakai, ya ditolak. Tapi, saya punya prinsip, yang namanya edukasi itu tidak boleh berhenti," ungkap dokter Tirta.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini