Tips Memilih Daging Domba Berkualitas

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Selasa 27 Oktober 2020 12:48 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 27 298 2300198 tips-memilih-daging-domba-berkualitas-qSuudcEyhQ.jpg Daging domba bisa langsung di-grill (Foto: Times of India)

Meski belum begitu populer di Indonesia, daging domba kerap diolah menjadi hidangan yang lezat dan nikmat. Ini karena tekstur dagingnya yang lembut dan kaya akan protein. Bahkan protein yang terkandung dalam daging domba tiga kali lebih tinggi dibandingkan dengan daging unggas.

Meski demikian masih banyak orang yang merasa bingung ketika hendak memilih daging domba yang bagus dan segar untuk diolah. Terlebih toko yang menjual daging domba di Indonesia masih tidak terlalu banyak.

 daging

Chef Vania Wibisono menjelaskan, memilih daging domba yang bagus, segar dan berkualitas, bisa menggunakan panca indera. Meski demikian, ia menyarankan masyarakat untuk membeli daging domba dari Australia (MLA) karena sudah memiliki quality control yang terjaga dengan baik.

“Paling mudah dilihat warnanya. Kedua bisa tahu dari aromanya. Kalau sudah tidak bagus aromanya menyengat. Kalau dipegang bisa juga diukur dari kekenyalannya. Saya menyarankan untuk membeli daging domba Australia karena semua ada sistem pelacakannya,” terang Chef Vania, dalam ‘Peluncuran Kampanye #Lambassador bersama Meat & Livestock Australia’, Selasa (27/10/2020).

Chef Vania menambahkan, sistem pelacakan yang digunakan MLA sudah sangat canggih. Mereka akan mencatat domba mulai sejak lahir hingga sudah menjadi daging dan siap diolah. Daging-daging tersebut memiliki barcode sehingga bisa dilacak kualitasnya.

Di saat yang sama, chef cantik itu juga memberikan sedikit tips bagi para pemula yang ingin mengolah hidangan dari bahan baku daging domba. Teknik pengolahan tersebut tergantung pada bagian daging yang hendak digunakan pada masakan.

Baca juga: Relativitas Waktu Telah Lebih Dulu Dijelaskan Alquran dan Sains

“Misal bagian bahu ke atas bisa dimasak dengan cara slow cooking karena ototnya besar sehingga membutuhkan waktu yang sedikit lebih lama. Kalau bahu ke bawah bisa langsung di bakar. Jika ingin bikin nasi kebuli bisa pakai kaki kambing besar yang belum dipotong atau menggunakan bagian daging yang sudah dipotong juga boleh. Semuanya sesuai selera,” tuntasnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini