Stres Pandemi Berdampak pada Turunnya 'Ketegangan' di Ranjang

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 27 Oktober 2020 23:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 27 481 2300312 stres-pandemi-berdampak-pada-turunnya-ketegangan-di-ranjang-NTlxBD9VeV.jpg Ilustrasi (Foto : Medicaldaily)

Apakah Anda merasa urusan ranjang di tengah pandemi mulai dingin dengan pasangan? Jika iya, mungkin faktor stres pandemi menjadi salah satu penyebabnya.

Ya, ketika Anda stres di masa pandemi ini, diterangkan Ahli Kesehatan Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (FKUI-RSCM) Prof. Dr. dr. Tjhin Wiguna, SpKJ (K), bisa berdampak langsung pada urusan fungsi seksualitas seseorang.

Prof Tjhin memberi gambaran kasus yaitu pria 46 tahun yang diberhentikan pekerjaannya gegara pengurangan karyawan efek pandemi. Pria ini sudah berkeluarga dan memiliki anak berusia 6 tahun.

Ejakulasi Dini

Setelah pria ini dirumahkan, istrinya yang masih tetap bekerja lebih sibuk lagi efek pekerjaan yang semakin menumpuk. Karena situasi tersebut, si pria yang kemudian mengurus rumah, mulai dari beberes, jaga anak, hingga antar-jemput istrinya.

Lalu, singkat cerita si suami ini merasa kecewa, 6 bulan di rumah saja tanpa ada pekerjaan. Kekecewaan itu berlanjut ke hilangnya penghargaan diri sebagai seorang suami hingga membuatnya stres.

Masalah belanjut ketika istri makin sulit 'disentuh' karena setelah pulang ke rumah, kondisi badannya sudah sangat letih. Si istri pun tidak pernah ngobrol lagi dengan suaminya itu.

Baca Juga : Olah Udang Bareng Luna Maya, Chef Juna: Sekali-kalinya Masak Pakai Perasaan

Kondisi mental si suami sekarang kecewa karena istri sibuk, dia juga enggak pernah menghargai pekerjaan suaminya yang sibuk di rumah. Alhasil, si suami merasa enggak pernah dapat penghargaan. Parahnya, semakin hari dia direndahkan dan merasa istrinya yang sekarang berkuasa, sedangkan si suami merasa dirinya sebatas pembantu.

Solusi yang dilakukan untuk menjaga kehangatan adalah dengan di akhir minggu suami mengajak istrinya untuk 'bermain di ranjang'. Istrinya pun mengiyakan, tapi yang terjadi berikutnya suaminya malah tidak mendapatkan ereksi. Kenapa bisa begitu?

"Kemungkinan yang terjadi adalah saat ereksi di awal permainan, tetiba si suami diingatkan soal kekecewaan dirinya pada si istri dan situasi stres efek pandemi yang dialami. Pikiran seperti ini bisa membuat ereksi menghilang," kata Prof Tjhin dalam Webinar Men's Health and Couple's Well-Being Clinic RSCM Kencana, Selasa (27/10/2020).

Tahu ereksinya tidak lagi tercapai, si suami pun mencoba untuk membangkitkan lagi 'ketegangan', tapi pada kebanyakan kasus biasanya tidak akan berhasil. Situasi ini membuat trauma tersendiri untuk pria.

"Ya, kegagalan yang pertama bisa langsung membuat pria kecewa dengan dirinya sendiri. Dia akan memiliki pikiran berupa apakah percobaa kedua berhasil atau gagal, kalau gagal akan sangat mengecewakan sekali pastinya," tuturnya.

Ejakulasi Dini

Prof Tjhin pun menjelaskan, kalau sudah merasakan hal tersebut, maka bisa dibilang si pria stresnya semakin berat dan mesti datang untuk berkonsultasi pada ahlinya. Sebab, kekhawatiran yang berlanjut akan terus 'membunuh' si pria dalam ketakutannya sendiri.

"Bisa saya katakan di sini, fungsi seksual itu oleh sebagian besar suami disamakan dengan identitas perannya sebagai laki-laki. Karena itu, ketika ada kasus seperti di atas, kepercayaan diri si pria akan hilang dan berakibat pada ereksi yang tidak tercapai. Jadi, disfungsi seksual memang berpengaruh pada kesehatan mental pria," jelas Prof Tjhin.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini