Nyonya Boss Nia Ramadhani Suka Belanja Tanpa Mikir, Apa Ini Penyebabnya?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 27 Oktober 2020 10:28 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 27 612 2300110 nyonya-boss-nia-ramadhani-suka-belanja-tanpa-mikir-apa-ini-penyebabnya-W9o7INXrkt.jpg Nia Ramadhani (Foto: Inst Nia Ramadhani)

Nia Ramadhani punya cara tersendiri menjalani hidup di tengah pandemi Covid-19, salah satunya belanja barang-barang enggak penting seperti baju, sepatu, aksesoris, dan lainnya. Mungkin cara itu membuat hatinya terhibur di tengah banyaknya stres dan tekanan akibat pandemi.

Namun, tidak bisa kemudian Anda membandingkan kehidupan Nia Ramadhani dengan beberapa orang yang kesulitan dalam hal finansial. Sebab, masalah ekonomi tidak berdampak pada Nia di masa pandemi ini.

 Nia Ramadhani

Lantas, kenapa Nia Ramadhani melakukan tindakan pemborosan di masa pandemi?

Dijelaskan peneliti perilaku Utpal Dholakia, PhD, ada tiga kemungkinan yang bisa terjadi pada seseorang yang impulsif di tengah pandemi. Pertama adalah adanya sifat cemas yang menggangu hidupnya.

"Nah, dengan adanya kecemasan atau ketakutan, membuat seseorang terdorong untuk mencari cara untuk mengatur energi negatif tersebut, ya, salah satunya dengan belanja," kata Dholakia, dikutip dari Psychology Today, Selasa (27/10/2020).

Kemudian, alasan berikutnya adalah supaya hati menjadi bahagia dan riang gembira. Jadi, dorongan membeli yang berlebihan itu bagi sebagian orang menawarkan cara mudah untuk memperbaiki suasana hati yang buruk.

"Lagipula, dengan koneksi internet dan kartu kredit yang mudah digunakan, berbelanja hanya dengan satu atau dua klik sudah bisa dilakukan di rumah saja," katanya.

Dan, alasan ketiga adalah sifat boros tersebut datang begitu saja atau karena Anda tidak suka dengan situasi pandemi ini sehingga muncul kecemasan. Nah, bermula dari sana kemudian muncul keinginan untuk belanja yang mana itu tidak dipikirkan sebelumnya.

Menjadi catatan, kata Dholakia, Anda perlu mengetahui kapan hal tersebut berpotensi berbahaya dan bisa mengubah pola pikir dan membuat keputusan pembelian dengan sengaja, padahal seharusnya belanja itu dilandaskan dorongan hati.

 Baca juga: Relativitas Waktu Telah Lebih Dulu Dijelaskan Alquran dan Sains

"Anda yang sudah terjebak dalam sifat impulsif mesti mencari jalan lain untuk mengatur emosi negatif yang muncul dengan tidak mengalihkannya ke belanja. Saya bisa sarankan coba melakukan aktivitas lain misalnya berkebun, meditasi, atau melakukan aktivitas lain yang tidak melibatkan pembelian," saran Dholakia.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini