Beda Cinta dengan Nafsu Menurut Dokter Jiwa, Coba Cek Pasangan Anda

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 27 Oktober 2020 14:38 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 27 612 2300288 beda-cinta-dengan-nafsu-menurut-dokter-jiwa-coba-cek-pasangan-anda-4JoQhnBdP5.jpg Pacaran (Foto: Pinterest)

Banyak dari Anda mempertanyakan, apakah si dia benar mencintai atau sekadar menuntaskan nafsu semata dalam hubungan percintaan yang sedang dibina?

Sebagian dari Anda mungkin tidak mengerti apa makna dari kedua hal tersebut, cinta dan nafsu. Terlebih, ketika Anda masih dimabuk kepayang oleh pasangan Anda.

 pacaran

Semua yang buruk itu tidak ada, karena semua begitu indah dan menyenangkan. Membuat Anda mabuk kepayang dan tergila-gila.

Tapi, menjadi penting bagi Anda untuk mengenali apa itu cinta dan apa itu nafsu. Ini harus diketahui supaya hubungan Anda dengan pasangan semakin berkualitas dan mencapai tujuan berdua yang membahagiakan.

Dijelaskan Ahli Kesehatan Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (FKUI-RSCM) Prof. Dr. dr. Tjhin Wiguna, SpKJ (K), cinta dan nafsu memang dua hal yang berbeda.

Bicara soal cinta, makna di balik kata ini adalah sesuatu yang menyisipkan emosi di dalamnya. Jadi, ketika Anda cinta dengan orang lain, maka jangan heran kalau Anda akan rela berkorban untuknya, menjaganya, atau perilaku lainnya yang melibatkan emosi.

"Jadi, kalau cinta itu melibatkan emosi di dalamnya. Makanya, Anda mau melindungi pasangan misalnya," kata Prof Tjhin dalam Webinar Men's Health and Couple's Well-Being Clinic RSCM Kencana, Selasa (27/10/2020).

Nah, kalau nafsu itu sebatas fisik saja. Cara mudah mengenalinya, setelah Anda mendapatkan apa yang diinginkan, sudah selesai. Maka Anda tidak memperdulikan efek selanjutnya. Ini amat buruk tentunya dalam hubungan yang serius.

Baca juga: Relativitas Waktu Telah Lebih Dulu Dijelaskan Alquran dan Sains

"Ketika pasangan hanya sebatas nafsu, ya, setelah dia mendapatkan apa yang dicari, lalu mendapatkannya, sudah selesai. Orang itu tidak akan peduli dengan reaksi sebelum atau setelahnya," terang Prof Thjin.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini