Perjuangan Mencari Obat Covid-19

Novie Fauziah, Jurnalis · Rabu 28 Oktober 2020 08:34 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 28 481 2300661 perjuangan-mencari-obat-covid-19-mnVAnJ79cJ.jpg Pandemi virus corona (Foto: Business Standard)

Pandemi Covid-19 masih menjangkiti berbagai negara di belahan dunia. Negara-negara berlomba-lomba untuk menemukan obat Covid-19.

Ramai klaim obat Covid-19 dari Remdesivir hingga Ivermectin. Ilmuwan dan perusahaan-perusahaan farmasi masih berjuang keras mencari obat Covid-19.

 perjuangan mencari obat Covid-19

dr Herman Sunaryo MS dari Departemen Penelitian dan Pengembangan PT Harsen Laboratories mengatakan, Ivermectin ditemukan pada tahun 1975. Obat ini awalnya digunakan oleh veteriner untuk mengobati hewan ternak dan peliharaan yang sakit akibat parasit misalnya heartworm.

Pada perkembangannya, terang dr Herman, sejak 1981 obat ini telah digunakan untuk mengobati manusia yang sakit akibat infeksi parasit juga, misalnya river blindness yang disebabkan Onchocerca volvulus, strongyloidosis, dan lain sebagainya. Bahkan FDA menyetujui penggunaan Ivermectin untuk penyakit akibat parasit pada manusia.

Demikian juga WHO yang memasukkan Ivermectin dalam daftar obat penting pada tahun yang sama.

“Sampai sekarang penggunaan Ivermectin sudah miliaran dosis dan tidak ada laporan efek samping yang berbahaya dan keamanannya baik,” ujar dr Herman dalam keterangan persnya, Rabu (28/10/2020).

Ketika kasus Covid-19 merebak, bulan April 2020 peneliti Monash University, Australia menerbitkan penelitian mengenai Ivermectin. Rupanya obat ini dinyatakan dapat menghambat perkembangan virus corona dalam biakan sel.

Dalam penelitian tersebut RNA virus berkurang 93% - 99,8% dalam waktu 24 jam. Efek ini juga bertahan sampai 72 jam dalam pembiakan sel (invitro).

Ini yang menjadi awal penggunaan Ivermectin untuk mengobati infeksi Covid-19. Sejumlah negara seperti Peru, Republik Dominica, Bangladesh, dan India telah menggunakan obat ini.

Salah satu sumber adalah dalam jurnal penelitian berjudul A Case Series of 100 Covid-19 Positive Patients Treated with Combination of Ivermectin and Doxycycline.

dr Herman juga menjelaskan, sebuah studi kolaboratif yang dipimpin oleh Monash Biomedicine Discovery Institute (BDI) dengan Institut Infeksi dan Imunitas Peter Doherty (Doherty Institute) menunjukkan bahwa obat anti-parasit seperti cacing gelang Ivermectin yang sudah tersedia di pasaran dapat membunuh virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19.

“Masyarakat mungkin tidak tahu mengenai Ivermectin ini, karena di Indonesia obat ini lebih sering untuk veteriner. Tetapi keprihatinan terhadap pasien Covid-19 yang meninggal tanpa obat telah menggerakan para dokter di Peru, Dominica, Bangladesh dan India untuk menggunakan Ivermectin. Selain obat ini sudah off paten, dapat digunakan oleh manusia juga harganya murah, aman dan efektif,” katanya.

Baca juga: 5 Potret Airport Style Wika Salim, Kece Badai!

Saat ini perlombaan mencari obat Covid-19 memang masih terus berlangsung. Namun informasi yang paling jelas, Food and Drugs Administration (FDA) baru menyetujui Remdesivir sebagai obat untuk mengobati Covid-19 pada hari Kamis 22 Oktober 2020.

Hingga saat ini Remdesivir menjadi obat pertama yang telah menerima persetujuan federal untuk mengobati Covid-19.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini