Ini Faktor Penyebab Pernikahan Anak di Bawah Umur Sering Terjadi

Novie Fauziah, Jurnalis · Rabu 28 Oktober 2020 09:33 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 28 612 2300674 ini-faktor-penyebab-pernikahan-anak-di-bawah-umur-sering-terjadi-IW8skeNGsJ.jpg Pernikahan anak (Foto: The New York Times)

Perkawinan anak di bawah umur masih saja terjadi di Indonesia. Hal ini disebabkan beberapa faktor, bisa akibat perekonomian hingga kebiasaan di suatu daerah, contohnya Sulawesi Tengah.

"Saya takut menyebutnya ini budaya, karena harus ada beberapa diskusi. Sulawesi Tengah cukup cerah, ini artinya tindak kekerasan kepada perempuan dan anak masih cukup tinggi, " kata Direktur Perkumpulan Lingkar Belajar untuk Perempuan Sulteng/Koalosi Perempuan Indonesia (KPI), dalam webinar Refleksi dalam Menurunkan Angka Perkawinan Anak di Indonesia, kemarin.

 pernikahan anak

Ia melanjutkan, sampai Juni 2020 ada 174 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak menurut SIMFONI PPA. Selaim itu data ini juga didapat dari organisasi-organisasi kementerian, yang kemudian memasukkannya sebagai data nasional.

Sementara itu Program Manager Rumah Kita Bersama, Fadilla Dwianti Putri mengatakan, ada beberapa faktor yang menyebabkan perkawinan anak, yaitu terjadi perubahan hidup, alih fungsi lahan, berubahnya jenis pekerjaan. Hal ini terjadi di beberapa daerah, salah satunya seperti Kabupaten Cianjur.

"Ternyata itu berpengaruh terhadap relasi-relasi gender baik di tingkat keluarga, maupun masyarakat. Ini yang menjadi salah satu faktor mendorong perkawinan anak," terang Dilla.

Menurut Dilla, ada beberapa hal yang dapat mencegah terjadinya perkawinan anak ini. Contohnya tokoh masyarakat, di mana ia adalah sosok yang bisa memperbaiki kehidupan di lingkungannya.

Selain itu ditemukan juga, adanya pandangan agama yang dijadikan alasan adanya perkawinan anak ini. Kemudian konsep perwalian ayah kepada anaknya, dan akhirnya berujung terhadap paksaan dalam perkawinan anak.

 Baca juga: 5 Potret Airport Style Wika Salim, Kece Badai!

Perkawinan anak di bawah umur termasuk dalam tindakan kekerasan, di mana hal ini memaksanya untuk melakukan hubungan seksual sejak dini.

Hal ini dapat berakibat terhadap kondisi psikologis anak itu sendiri. Sebab mereka harus melakukan pernikahan di bawah umur.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini