Sedih Orang Tersayang Meninggal Akibat Covid-19, Pria Ini Jadi Relawan Vaksin

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 30 Oktober 2020 13:18 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 30 612 2301556 sedih-orang-tersayang-meninggal-akibat-covid-19-pria-ini-jadi-relawan-vaksin-qKoj7wrmIo.jpg Mencari Vaksin Covid-19 (Foto: The Scientist)

Meninggalnya seorang sahabat akibat wabah Covid-19, membuat pria ini bertekat membantu pemerintah mengatasi pandemi Covid-19. Tidak tanggung-tanggung, dia mengajukan diri jadi relawan vaksin Covid-19.

Adalah Anil Hebbar, pengusaha peralatan medis asal India itu mesti merelakan kepergian sahabat tersayang untuk selamanya akibat virus tak kasat mata. Tidak hanya satu, ia kehilangan beberapa sahabat dan saudaranya karena infeksi yang serupa.

 relawan vaksin

"Itu semua sangat luar biasa. Saya merasa ini harus dihentikan. Itulah salah satu alasan saya memutuskan untuk jadi sukarelawan uji coba vaksin Covid-19," katanya pada BBC, belum lama ini.

Awal bulan ini, Hebbar mendaftarkan diri untuk jadi relawan vaksin Covid-19, yang mana itu berarti dia disuntikkan vaksin yang masih dalam tahap uji coba. Ia terlibat dalam uji klinis vaksin yang dikembangkan oleh AstraZeneca dan Universitas Oxford.

Vaksin ini juga merupakan salah satu vaksin Covid-19 yang paling menjanjikan di antara 180 vaksin yang diuji klinis di seluruh dunia.

Hebbar sendiri merupakan satu di antara lebih dari 20.000 sukarelawan yang telah terdaftar untuk uji coba vaksin ini, yang tersebar di Inggris, Brasil, Afrika Selatan, dan India. Di India sendiri, jumlah relawan sudah mencpai 1.600 orang yang menerima dosis vaksin di 15 pusat kesehatan seluruh negeri.

Uji coba dilakukan dengan tujuan mencari tahu apakah vaksin menyebankan respons imun yang baik atau tidak dan apa efek samping dari vaksin yang tidak bisa diterima. Relawan akan diacak, ada yang menerima satu dosis, dua dosis, dan kelompok yang diberikan placebo sebagai kontrol perbandingan.

Kembali ke kisah Hebbar, dia mengaku susah sekali untuk minta izin ke keluarga besarnya supaya bisa ikut dalam uji coba vaksin Covid-19 tersebut. Sebab, ada potensi risiko buruk pada setiap relawan yang terlibat.

Istri Hebbar sendiri adalah seorang profesor studi pembangunan di sekolah ilmu sosial terkemuka di India. Sang istri, kata Hebbar, tidak setuju dirinya terlibat dalam uji coba vaksin Covid-19 terlebih belum lama ini diketahui ada relawan yang mengalami penyakit misterius setelah disuntikkan vaksin.

Tapi, hal tersebut tidak menyurutkan semangat dan tekadnya untuk terlibat dalam uji coba vaksin. "Saya tidak khawatir sama sekali. Saya percaya pada sains," ungkapnya.

Pada awal Oktober, Hebbar menelepon rumah sakit di Mumbai untuk mencalonkan dirinya jadi relawan vaksin tahap dua dan tiga. Dalam keterangannya, dia tidak sendirian sebagai relawan, tetapi sudah ada 55 orang lainnya yang mendaftar sebelumnya.

Keesokan paginya, dia pergi ke rumah sakit tempat dokter mengambil sampel darahnya dan dilakukan swab tes Covid-19.

Peserta uji coba harus dinyatakan negatif Covid-19, dalam keadaan sehat, dan untuk perempuan harus tidak sedang hamil. Pada malam harinya, Hebbar mendapat kabar kalau dirinya lolos menjadi relawan.

 Baca juga: 10 Tips Buat Balkon Rumah Jadi Instagramable

Esoknya dokter menjelaskan soal vaksin eksperimental yang akan dia terima dan menyuruhnya untuk menandatangani formulir persetujuan dan memberikan satu suntikan vaksin. Lalu, dokter meminta Hebbar untuk beristirahat selama 30 menit.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini