Kisah Wanita Pelempar Pisau Terbaik Dunia yang Kini Hidup Susah

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Jum'at 30 Oktober 2020 14:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 30 612 2301586 kisah-wanita-pelempar-pisau-terbaik-dunia-yang-kini-hidup-susah-TNQskMDWc3.jpg Pelempar pisau (Foto: Oddity)

Seorang pensiunan wanita dari kota kecil Sasovo, Rusia, Galina Chuvina, menjadikan aksi lempar pisau sebagai hobi. Ia akhirnya menjadi juara nasional delapan kali, juara Eropa dan bahkan juara dunia.

Chuvina yang kini berusia 56 tahun mulai menekuni lempar pisau pada 2007. Pensiunan itu mendapatkan pekerjaan sederhana di bagian pemeriksaan jas di perusahaan setempat. Ia mengambil pakaian orang dan membagikan nomor.

Suatu hari, dua orang muda datang untuk membahas kemungkinan membuka klub lempar pisau di tempat itu, dan Galina menjadi salah satu orang pertama yang mendaftar untuk pelatihan melempar pisau.

 pelempar pisau

Hanya satu setengah bulan dalam pelatihannya, pensiunan tersebut mengetahui bahwa kota asalnya akan segera menjadi tuan rumah kompetisi melempar pisau dengan sekitar 50 peserta. Ia juga mengetahui bahwa kompetisi tersebut juga diikuti oleh tentara pasukan khusus, pelempar pisau profesional, serta amatir seperti dia.

Tapi ia tidak putus asa dan mendaftar. Lebih mengejutkannya lagi, ia justru berhasil memenangkan tempat pertama. Kemenangan pelempar pisau amatir mengejutkan banyak orang, namun ada juga yang menyebutnya sebagai keberuntungan pemula.

Pensiunan itu membungkam persepsi tersebut dengan menjuarai Kejuaraan Melempar Pisau Nasional 2007, di Moskow. Dalam kompetisi tersebut ia kembali mengklaim kemenangan sensasional dengan mengalahkan pelempar pisau terbaik di negara itu.

Hadiah pertamanya adalah penggiling daging yang benar-benar baru. Tetapi untuk kemenangannya di tingkat nasional, pensiunan itu menerima telepon seluler dan kasur udara. Ini hanya memotivasi dia untuk mendaftar di lebih banyak kompetisi.

Pada 2008, Galina berkompetisi di Kejuaraan Lempar Pisau Dunia di Kaliningrad. Ia melawan 36 pelempar pisau terbaik dunia.

Chuvina baru berlatih selama setahun, dan dia adalah satu-satunya pensiunan di antara peserta. Tapi ia kembali menang . Ia bahkan mendapat julukan yakni ‘Baba Galya’ dan telah menjadi pelempar pisau nomor satu dunia.

Pada 2013, Galina Chuvina memenangkan European Knife and Axe Throwing Championship, dan menorehkan riwayat yang signifikan pada catatan hidupnya. Sepanjang karirnya yang luar biasa, dia memenangkan tiga kejuaraan nasional, serta 50 medali dan gelar.

Di sebagian besar negara ia dianggap sebagai harta nasional namun tidak di Rusia. Di masa jayanya, Chuvina mendapat banyak perhatian dari pers. Ia sering diwawancara dan tampil di acara televisi, tetapi dia tidak pernah benar-benar menerima dukungan yang signifikan dari siapa pun, termasuk pihak berwenang.

Ketika usia mulai mempengaruhinya, ia berhenti ikut kompetisi. Terutama karena ia tidak mampu bepergian, dan memutuskan untuk kembali ke kota asalnya Sasovo. Galina tidak kembali ke pekerjaan lamanya dan meskipun mendapat tawaran dari orangtua untuk mengajar anak-anak, tawaran ini tidak pernah terwujud.

 Baca juga: 10 Tips Buat Balkon Rumah Jadi Instagramable

Saat ini pada usia 68, Galina tinggal di rumah yang buruk dan hanya memenuhi kebutuhan dengan uang pensiun bulanan sebesar Rp3,2 juta. Sungguh kisah atlet yang menyedihkan, tak jauh beda dengan nasib pensiunan atlet di Tanah Air ya.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini