Peneliti Ungkap Obat Zolpidem Bantu Pasien dengan Gangguan Otak

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Senin 02 November 2020 12:12 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 02 481 2302686 peneliti-ungkap-obat-zolpidem-bantu-pasien-dengan-gangguan-otak-Sg2MNirjl1.jpg Ilustrasi obat (Foto: Google)

ZOLPIDEM dikenal sebagai obat penenang dari golongan imidazopyridine yang paling sering digunakan untuk membantu orang tertidur lebih cepat. Tapi dalam beberapa kasus, obat ini justru bisa mengembalikan fungsi otak yang rusak.

Karena alasan ini juga, zolpidem disebut sebagai ‘Obat Lazarus’. Jika Anda memberikan pil ini kepada seseorang dengan kerusakan otak, maka 5 hingga 6 persen kemungkinan akan terjadi sesuatu yang ajaib. Walaupun dalam kebanyakan kasus, perubahan yang terjadi sangat kecil.

Kemampuan bicara seseorang yang mengalami kerusakan otak sedikit meningkat, frekuensi kejang otot berkurang, mereka tidak terlalu sulit bergerak. Dalam beberapa kasus yang jarang terjadi, pil bahkan dapat membuat orang kembali dari keadaan vegetatif.

Kondisi ini memungkinkan mereka berbicara dan bergerak seperti yang mereka lakukan sebelum menderita kerusakan otak. Masalahnya adalah efek positif ini hilang segera setelah efek obat tersebut habis.

Saat ini, para ilmuwan belum menemukan mengapa beberapa pasien dengan kerusakan otak bereaksi seperti ini terhadap zolpidem. Peneliti dari Radboud University Medical Center dan Amsterdam University Medical Center melaporkan kasus yang dialami seorang pria.

Pria berusia 37 tahun bernama Richard menderita kerusakan otak parah setelah mengalami kekurangan oksigen pada delapan tahun lalu. Richard tidak bisa lagi berbicara, makan sendiri, atau bergerak sendiri. Dia didiagnosis dengan mutisme akinetik dan dirawat di panti jompo khusus.

Di sinilah Willemijn van Erp, yang merupakan seorang dokter perawatan lansia dan peneliti di Radboud University Medical Center, bertemu dengan Richard. Pada dasarnya Richard melihat dan mendengar semua orang, tetapi karena cedera otaknya, dia hampir tidak dapat menanggapi orang di sekitarnya.

Richard nyaris tidak responsif dalam delapan tahun terakhir sejak hipoksia. Penyakit itu membuatnya menderita mutisme serupa, dan pada titik ini keluarganya bersedia mencoba apa pun untuk memperbaiki kondisinya.

Willemijn van Erp pun mengetahui obat tidur yang terkadang memiliki efek luar biasa pada pasien yang menderita penyakit otak. Setelah membicarakannya dengan keluarga Richard, mereka akhirnya memutuskan untuk memberinya pil Zolpidem.

 Zolpidem dikenal sebagai obat penenang dari golongan imidazopyridine yang paling sering digunakan untuk membantu orang tertidur lebih cepat.

Baca juga: Buat Makan Siang, Bikin Tumis Ayam Fillet Yuk

“Di luar semua ekspektasi, Zolpidem memiliki efek yang luar biasa. Setelah minum obat tidur, Richard mulai berbicara, ingin menelepon ayahnya, dan mulai mengenali saudara-saudaranya lagi. Dengan bantuan, dia bahkan bisa bangun dari kursi roda dan berjalan jarak dekat,” terang van Erp, melansir dari Oddity Central, Senin (2/11/2020).

Kondisi ini hanya berjalan selama 20 menit, dari satu dosis Zolpidem 10 miligram. Pemindaian otak yang diambil selama periode ini pun menggambarkan efek ajaib dari obat tersebut.

Jika membandingkan fungsi otak layaknya orkestra string besar, maka diibaratkan biola pertama dimainkan dengan sangat keras sehingga menenggelamkan suara anggota orkestra string lainnya. Alhasil orang-orang tidak dapat lagi mendengar satu sama lain.

Spesialis Bedah Saraf, dr. Hisse Arnts menyebut zolpidem memastikan bahwa biola pertama ini memainkan lebih banyak 'pianissimo,' sehingga semua orang memainkan kembali dalam waktu. Sayangnya, efek positif Zolpidem memiliki durasi yang terbatas dan dalam kasus Richardz.

Efek tersebut mulai hilang setelah sekira dua jam. Dosisnya dengan cepat ditingkatkan menjadi tiga dosis per hari, tetapi efek positifnya mulai mereda dengan peningkatan penggunaan setelah beberapa hari.

Penelitian telah menunjukkan bahwa jika dosisnya terlalu tinggi, efek menguntungkan digantikan oleh respon obat sebagai pil tidur. Dalam komunitas ilmiah ada beberapa teori tentang zolpidem.

Obat ini benar-benar bekerja pada beberapa pasien yang mengalami kerusakan otak, tetapi sayangnya tidak ada hipotesis yang sempurna. Untuk saat ini, fenomena yang disebabkan oleh Lazarus Drug masih menjadi misteri.

Tapi ini tetap menjadi secercah harapan bagi masyarakat yang berharap dapat membawa orang yang mereka cintai dari keadaan koma atau vegetatif.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini