Justin Bieber Nyaris Bunuh Diri Akibat Kesepian, Apa Solusinya?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 02 November 2020 12:46 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 02 481 2302707 justin-bieber-nyaris-bunuh-diri-akibat-kesepian-apa-solusinya-cDWxZXY8k4.jpg Justin Bieber kesepian (Foto: Youtube)

Berbicara pada publik lewat film dokumenter terbarunya yang bertajuk 'Justin Bieber: Next Chapter', suami Hailey Bieber itu mengaku pernah terbersit menyudahi hidupnya dengan bunuh diri. Gangguan kesehatan mental itu ia rasakan akibat dari merasa kesepian.

Gangguan kesehatan mental tersebut jadi salah satu masalah yang dia anggap memberatkan hidupnya. Bahkan, dia mengaku rasa sakit itu terus ada di dalam dirinya dan tidak tahu bagaimana cara menyembuhkannya.

 Justin Bieber

"Ada saat saya ingin bunuh diri. Seperti, apakah rasa sakit ini akan hilang? Rasa sakit dan hampa ini begitu konsisten. Saya begitu kesakitan dan berharap rasa sakit itu hilang dan tidak kembali lagi," kata Justin Bieber dalam video yang rilis, belum lama ini.

Menurut laporan The Economic Times, hal yang membuatnya terbebas dari keinginan untuk bunuh diri adalah keyakinannya pada Tuhan. "Keyakinan memberikan saya kepercayaan diri yang luar biasa untuk sembuh," tambahnya.

Berkaca dari apa yang dialami Justin Bieber, pembahasan soal kesendirian dan merasa sepi itu bukan hal yang aneh di masa seperti sekarang. Semakin kompleks hidup yang dijalani, semakin seseorang merasa kesepian.

Ya, salah satu hal yang bikin orang merasa sepi itu adalah merasa kurang dalam hal support atau dukungan. Jadi, dia itu seperti enggak ada yang menerima di lingkungannya atau menurut perasaannya enggak ada yang menerima.

"Dari situ kemudian orang bisa merasakan kesepian," ungkap Psikolog Klinis Dewasa M. Ari Wibowo beberapa waktu lalu.

Untuk mencegah perasaan kesepian tersebut berbuntut pada masalah gangguan mental yang lebih serius atau bahkan keinginan untuk bunuh diri seperti yang dialami Justin Bieber, Psikolog Ari menjelaskan bahwa ada tiga poin utama yang harus dilakukan.

Poin pertama adalah menjalin koneksi dengan orang lain. "Ya, kontak teman terdekat Anda yang bisa dipercaya. Sekadar ngobrol dengannya bisa mencegah Anda terjerumus masuk ke dalam kesendirian yang lebih kelam," katanya.

Karena itu, ketika Anda lagi merasa kesepian, jangan pernah putus koneksi dengan orang lain yang Anda percaya. Ini bisa menjadi salah satu penguat Anda untuk tidak terjerat dalam masalah depresi.

Psikolog Ari melanjutkan, ketika pikiran Anda lagi kacau, lagi down, pegangan yang bisa dipercayai adalah jangan percaya pada pikiran Anda sendiri. Sebab, pikiran Anda sendiri terkadang jadi musuh.

"Ya, pikiran itu akan datang bertubi-tubi ketika Anda sedang merasa kesepian dan cenderung ke arah pikiran negatif. Makanya, ketika pikiran itu datang, jangan kemudian Anda percayai, apalagi bikin kesimpulan, bahkan jangan ditindak lanjutin," papar Ari.

Tidak hanya itu, mengatasi masalah kesepian yang mengarah ke depresi juga bisa dengan melakukan hobi atau hal yang membuat Anda senang. Kegiatan itu biasa disebut dengan 'pengelolaan stres'.

Praktiknya bisa bermacam-macam, tergantung individunya. Misalnya, ada yang merasa stresnya terkelola dengan baik dengan bersih-bersih rumah, ada juga yang meditasi atau olahraga.

"Dan yang terakhir, Anda bisa datang ke tenaga profesional seperti psikolog atau psikiater," kata Ari.

 Baca juga: Libur Panjang Usai, Wisatawan Mulai Tinggalkan Bali

"Semua harus dijalani, bukan pilih salah satu. Jadi, Anda memang harus mencari teman saat merasa kesepian, lalu melakukan pengelolaan stres sesuai apa yang Anda sukai, dan jika dirasa tak bisa mengendalikan perasaan cemas atau tidak nyaman, ya, datangi tenaga profesional," tambahnya.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini