Cek Fakta, Terlalu Sering Senggama Bikin Sperma Berdarah?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 03 November 2020 22:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 03 481 2303368 cek-fakta-terlalu-sering-senggama-bikin-sperma-berdarah-Oufu89IvZD.jpg Ilustrasi (Foto : Medicaldaily)

Pandemi Covid-19 membuat sebagian orang menghabiskan banyak waktu di rumah saja. Untuk beberapa pasangan, kondisi ini membuat mereka lebih rutin berhubungan badan.

Seperti diceritakan Rudi (nama samaran), dia menjadi lebih banyak 'minta jatah' ke istrinya. "Di masa pandemi ini, ya, sehari bisa tiga kali," katanya pada Okezone melalui pesan singkat, belum lama ini.

Namun sayangnya, kejadian tidak mengenakan menimpa Rudi. Dia mengaku mengalami sperma berdarah. Tidak diketahui penyebabnya apa, tapi dia menduga itu karena keseringan berhubungan intim.

Lantas, apakah seringnya berhubungan badan bisa menyebabkan sperma berdarah?

Disfungsi Ereksi

Menjawab pertanyaan ini, Dokter Spesialis Urologi dr Ponco Birowo, SpU, tidak heran kalau ada anggapan tersebut. Sebab, sudah sejak dahlu kala anggapan makin sering berhubungan badan, maka risiko sperma berdarah dalam dunia medis dikenal dengan istilah Hematospermia, bakal terjadi.

"Namun, sekarang sudah diketahui bahwa hal tersebut tidak ada hubungannya alis tidak benar," tegasnya pada Okezone melalui pesan singkat, Selasa (3/11/2020).

Baca Juga : Yuri Gagal Bikin Tamago, Chef Renatta Moeloek: Lebih Baik Kamu Diam..

Dokter Ponco menerangkan, penyebab Hematospermia (sperma berdarah) yang sering itu di antaranya peradangan, infeksi (infeksi yang cukup sering ditemukan adalah TBC), tumor, riwayat tindakan (seperti operasi, biopsi, atau yang lainnya), dan bisa juga karena adanya kelainan pembuluh darah.

"Sayangnya, ada juga beberapa pasien Hematospermia yang mengalami kondisi sperma berdarah tanpa penyebab atau tidak diketahui penyebabnya," tambahnya.

Ia melanjutkan, sampai sekarang tidak diketahui efek buruk bagi pasangan yang sering senggama. Menjadi catatan, selama pasangan itu masih menikmati senggama, maka tidak ada batasam maksimal frekuensi.

"Jadi, selama Anda dan pasangan masih sama-sama menikmati senggama, tidak ada batasan frekuensi untuk bersenggama," papar dr Ponco.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini