5 Faktor Ini Sebabkan Berat Badan Sulit Naik

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Selasa 03 November 2020 18:23 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 03 481 2303545 5-faktor-ini-sebabkan-berat-badan-sulit-naik-fBZ1PHl0qh.jpg (Foto: Shutterstock)

MEMILIKI badan yang ideal adalah impian semua orang. Meski demikian ada banyak kendala yang dihadapi dalam upaya mendapatkan berat badan yang ideal. Jika sebagian besar orang mengalami kesulitan dalam menurunkan berat badan, namun ada beberapa lainnya yang justru kewalahan dalam meningkatkan berat badannya.

Ada beberapa penyakit umum yang dapat menyebabkan ketidakmampuan untuk menambah berat badan salah satunya adalah tidak mendapatkan cukup kalori dalam makanan. Namun ada pula faktor yang disebabkan oleh penyakit yang mendasarinya. Merangkum dari Live Strong, Selasa (3/11/2020), berikut lima faktor yang menyebabkan seseorang sulit untuk meningkatkan berat badan.

Lifestyle (Gaya hidup)

Banyak orang yang kesulitan menambah berat badan tidak menyadari bahwa mereka kekurangan kalori untuk menambah berat badan. Melewatkan makan karena jadwal yang padat atau tidak cukup mengonsumsi makanan yang tepat, seperti lemak atau karbohidrat, dapat menjadi faktor penyebabnya.

Berolahraga tetapi tidak mengonsumsi cukup kalori untuk menutupi pengeluaran adalah alasan umum yang kerap terjadi. Kondisi ini membuat seseorang tidak mampu menambah berat badan. Memantau pengeluaran dan asupan kalori harian dapat membantu untuk memecahkan masalah ini.

 Memiliki badan yang ideal adalah impian semua orang.

Hipertiroidisme

Kelenjar tiroid memengaruhi metabolisme manusia melalui hormon yang dikeluarkannya. Ketika menghasilkan terlalu banyak tiroksin, metabolisme seseorang akan dipercepat sehingga membakar kalori lebih cepat. Kondisi ini dikenal sebagai hipertiroidisme. Nafsu makan seseorang akan sering meningkat, namun berat badan mungkin tidak bertambah meski makan lebih banyak.

Gejala lain dapat berupa detak jantung yang cepat atau tidak teratur, gugup, gelisah, tremor di tangan dan jari, serta peningkatan buang air besar. Pada wanita mungkin melihat perubahan pola menstruasi. Bagi sebagian orang mungkin juga merasakan pembesaran di bagian leher. Kelemahan otot, penurunan berat badan dan kelelahan juga merupakan gejala umum dari penyakit ini.

Baca juga: Ingin Turunkan Berat Badan? Ikuti 5 Langkah Ini Yuk

Diabetes

Ada dua jenis diabetes dalam dunia kedokteran. Tipe 1 biasanya didiagnosis pada masa kanak-kanak, tetapi juga dapat diketahui di kemudian hari. Diabetes tipe 1 disebabkan oleh kurangnya insulin dalam tubuh. Sementara diabetes tipe 2 ditandai dengan resistensi terhadap insulin dan biasanya terjadi pada usia dewasa.

Insulin mengatur jumlah glukosa dalam tubuh, sehingga berat badan dan nafsu makan seringkali menjadi hal pertama yang terpengaruh. Sebab glukosa adalah sumber bahan bakar utama pada sistem tubuh manusia. Kedua jenis diabetes ini dapat menyebabkan penurunan berat badan, bahkan dengan nafsu makan yang meningkat.

Gejala lain diabetes di antaranya penglihatan kabur, kelelahan serta nafsu makan meningkat, haus dan buang air kecil. Jika mengalami salah satu gejala ini, sebaiknya lekas menghubungi dokter.

Masalah Gastrointestinal

Masalah pada usus bisa menyebabkan tubuh tidak menyerap makanan dengan baik, meskipun mengonsumsinya dalam jumlah banyak. Seseorang bahkan bisa menderita kekurangan gizi dan tidak bisa menambah berat badan. Jenis penyakit ini juga dikenal sebagai ‘sindrom malabsorpsi’.

Beberapa bentuk umum dari jenis penyakit ini adalah sindrom iritasi usus besar, penyakit Crohn, ulkus dan penyakit celiac. Gejala dari penyakit ini dapat berupa darah di tinja, buang air besar yang tidak normal (terlalu banyak atau terlalu sedikit), kelelahan, nyeri di perut, gas, dan kemungkinan penurunan berat badan.

Faktor lainnya

Beberapa obat yang diresepkan dapat meningkatkan metabolisme tubuh seseorang, yang akan berakibat membakar lebih banyak kalori. Masalah kanker, infeksi, dan neurologis dapat memengaruhi berat badan seseorang, biasanya dalam bentuk penurunan berat badan.

Oleh sebab itu, dianjurkan berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis yang tepat. Mengetahui apa yang menjadi akar masalah dapat memberi indikasi tentang apa langkah yang akan dilakukan selanjutnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini