Ilmuwan Ciptakan Alat Pembuat Badai, Bisa Sampai Kategori 5

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Selasa 03 November 2020 21:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 03 612 2303597 ilmuwan-ciptakan-alat-pembuat-badai-bisa-sampai-kategori-5-xfewBtyYfc.jpg Ilustrasi badai. (Foto: Samuel Ferrara/Unsplash)

GUNA menghadapi bencana alam, para ilmuwan pun membangun peralatan khusus untuk mengukur dampak bencana dan bagaimana mengatasinya. Salah satu bencana tersebut adalah angin ribut atau yang bisa dibilang badai.

Ilmuwan pun membangun The Wall of Wind, simulator angin terbesar di dunia. Alat mengesankan ini mampu menghasilkan angin hingga 157 mil per jam atau sekira 70m per detik yang sebanding dengan kekuatan badai kategori 5.

Para insinyur di International Hurricane Research Center (IHRC) dan College of Engineering and Computing (CEC) di Florida State University menghabiskan waktu selama 15 tahun untuk membangun dan menyempurnakan Tembok Angin. Ini merupakan instalasi mengesankan yang mampu mereplikasi angin topan yang sesungguhnya.

wall of wind

Sejarah singkat tentang penemuan ini dimulai pada 2005. Dimulai dengan dua turbin angin yang kuat yang mampu menghasilkan angin hingga 53 meter per detik. Sayangnya alat tersebut terkendala karena kebutuhan untuk mensimulasikan arus udara yang lebih kuat meningkat, begitu pula kekuatan Tembok Angin.

Saat ini instalasi alat ini terdiri dari total 12 kipas raksasa yang mampu menghasilkan angin hingga 70 meter per detik. Sebagai referensi, penelitian menunjukkan bahwa pohon mulai patah dengan kecepatan angin secepat 42 meter per detik tanpa melihat usia, diameter, atau sifat elastis.

Melansir dari Oddity Central, Selasa (3/11/2020), menurut Universitas Negeri Florida, Wall of Wind dapat menguji kegagalan struktur berukuran penuh seperti perumahan yang dibangun atau dibuat di lokasi dan struktur komersial kecil. Berkat sistem injeksi air terintegrasi, Wall of Wind mampu mensimulasikan hujan horizontal yang didorong oleh angin.

Alat ini memungkinkan para insinyur untuk menguji struktur dan material terhadap kerusakan akibat angin dan hujan yang disebabkan oleh badai. Bangunan kecil dapat ditempatkan di atas meja putar di depan Tembok Angin, sehingga dapat dihantam dari semua sudut untuk mendeteksi kemungkinan titik lemah.

Berkat penggerak frekuensi variabel, kipas dapat ditingkatkan ke berbagai kecepatan angin. Ini memberi para insinyur pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana berbagai desain dan material menangani badai yang kuat. Pada awalnya, Wall of Wind yang berbasis di Miami mampu mereplikasi badai kategori 1 hingga 4.

Namun alat saat ini kabarnya mampu mensimulasikan badai seperti Katrina dan Andrew, yang mendapat peringkat sebagai kategori 5 menurut Skala Badai Saffir–Simpson.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini