Cek Gula Darah Mandiri Vs Laboratorium, Mana yang Lebih Baik?

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Jum'at 06 November 2020 13:40 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 06 481 2305245 cek-gula-darah-mandiri-vs-laboratorium-mana-yang-lebih-baik-fQdbC9Wlqo.jpg Gula (Foto: Sydney Morning Herald)

Penderita diabetes pasti akan selalu khawatir tentang kondisi kadar gula darah yang dimilikinya. Alhasil menjaga pola makan rendah kalori dengan asupan makanan manis serta melakukan cek gula darah secara rutin menjadi salah satu hal yang paling sering dilakukan.

Saat ini alat untuk memeriksa gula darah sudah tersedia dengan banyak pilihan. Di antaranya adalah dengan melakukan pemeriksaan secara mandiri yang bisa dilakukan di rumah, atau melalui laboratorium. Namun metode pengecekan gula darah seperti apa yang paling baik?

Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSCM FKUI, Dr. dr. Dyah Purnamasari, Sp.PD, KEMD menjelaskan, alat untuk mengukur kadar gula darah bernama glukometer. Saat ini glukometer dapat dibeli secara mandiri sehingga seseorang bisa melakukan cek gula sendiri dari rumah.

 diabetes

Meski demikian, ada sedikit perbedaan ketika melakukan cek gula darah di rumah dan di laboratorium.

“Glukometer adalah alat untuk mengukur gula darah dalam tubuh yang diambil dari kapiler. Hasilnya memang sedikit berbeda dengan yang dilakukan di laboratorium karena diambil dari pembuluh darah vena,” terang dr. Dyah, dalam Media Briefing #Hands4Diabetes bersama Tropicana Slim, Jumat (6/11/2020).

Selain itu dr. Dyah mengatakan, apabila pasien diabetes mengalami gula darah rendah (hipoglikemia), disarankan untuk melakukan pemeriksaan mandiri di rumah.

Ia menyarankan seorang penyandang diabetes melakukan cek gula darah setiap hari apabila kondisinya belum stabil. Pengecekan gula darah baru bisa dilakukan seminggu sekali apabila kondisinya sudah stabil.

“Nanti dokter akan memeriksa gula darah harian yang diambil dari kapiler dan dicocokan dengan tes gula darah melalui laboratorium yang diambil dari vena. Ini untuk memastikan apakah penyakit diabetes yang diidap seorang pasien telah menyebabkan komplikasi atau tidak,” tuntasnya.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini