Peneliti Sebut Obat Kumur Dapat Menonaktifkan Virus Corona

Wilda Fajriah, Jurnalis · Jum'at 06 November 2020 15:09 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 06 481 2305331 peneliti-sebut-obat-kumur-dapat-menonaktifkan-virus-corona-vpOjUy61pn.jpg Obat kumur (Foto: Blodgett Dental Care)

Dalam perang melawan virus corona, para ilmuwan telah menemukan bahwa antiseptik oral dan obat kumur tertentu mungkin memiliki kemampuan untuk menonaktifkan virus corona.

Hasilnya, yang diterbitkan dalam Journal of Medical Virology, menunjukkan bahwa beberapa produk ini mungkin berguna untuk mengurangi jumlah virus di mulut setelah infeksi dan dapat membantu mengurangi penyebaran SARS-CoV-2, virus corona yang menyebabkan Covid-19.

 virus corona

“Sambil menunggu vaksin dikembangkan, diperlukan metode untuk mengurangi penularan. Produk yang kami uji sudah tersedia dan sering kali sudah menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari orang,” kata peneliti studi Craig Meyers dari Penn State University di AS.

Selama penelitian, tim peneliti menguji beberapa larutan oral dan nasofaring di laboratorium untuk kemampuan mereka menonaktifkan virus corona manusia, yang memiliki struktur serupa dengan SARS-CoV-2.

Produk yang dievaluasi termasuk larutan sampo bayi satu persen, pembersih mulut peroksida, dan obat kumur.

Para peneliti menemukan bahwa beberapa cairan hidung dan mulut memiliki kemampuan kuat untuk menetralkan virus corona pada manusia, yang menunjukkan bahwa produk ini berpotensi mengurangi jumlah virus yang disebarkan oleh orang yang positif Covid-19.

Mereka menggunakan tes untuk meniru interaksi virus di rongga hidung dan mulut dengan obat kumur.

Menurut Meyers, selubung luar dari virus corona yang diuji dan SARS-CoV-2 secara genetik serupa sehingga tim peneliti berhipotesis bahwa jumlah yang sama dari SARS-CoV-2 mungkin dinonaktifkan setelah terpapar obat kumur.

Hasil penelitian dengan obat kumur cukup menjanjikan dan penelitian juga menunjukkan bahwa jenis obat kumur tertentu dapat menonaktifkan SARS-CoV-2 dalam kondisi eksperimental yang serupa.

Baru-baru ini, sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Infectious Diseases, menemukan bahwa virus Sars-Cov-2 dapat dinonaktifkan menggunakan obat kumur yang tersedia secara komersial.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini