Gatot Brajamusti Meninggal, Ini Kaitan Diabetes dan Hipertensi

Novie Fauziah, Jurnalis · Minggu 08 November 2020 21:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 08 481 2306298 gatot-brajamusti-meninggal-ini-kaitan-diabetes-dan-hipertensi-zhxexwBvmM.jpg Gatot Bradjamusti meninggal dunia (Foto : Okezone)

Gatot Brajamusti meninggal dunia, Minggu (8/11/2020). Gatot meninggal dunia di RS Pengayoman, Jakarta.

Menurut Kabag Humas dan Protokol Ditjenpas, Rika Aprianti, penyebab meninggalnya Gatot Brajamusti adalah karena hipertensi serta gula darah tinggi atau diabetes.

"Yang bersangkutan meninggal dunia setelah dirujuk ke RS Pengayoman Jakarta dengan keluhan hipertensi dan gula darah tinggi," tulis keterangan Kabag Humas Ditjenpas lewat pesan singkat.

Kondisi Gatot semakin diperparah karena memiliki riwayat stroke. “Yang bersangkutan memiliki riwayat stroke,” ujar dia.

Sementara itu, diabetes dapat berdampak terhadap penyakit lain. Dikutip dari CNN, gula darah tinggi dapat memengaruhi otak.

"Gula darah yang tinggi juga bisa memengaruhi sel saraf dan pendukungnya," kata Alan Jacobson, M.D., salah seorang profesor psikiater di Harvard Medical School.

Baca Juga : Meninggal Dunia, Gatot Brajamusti Punya Riwayat Penyakit Stroke

Diabetes tipe 2 juga bisa menuntun pada kerusakan pembuluh darah sehingga menyebabkan stroke. Pasalnya, ada pengurangan oksigen dalam otak.

"Hal ini juga bisa menuntun kerusakan pada pembuluh darah baik besar ataupun kecil," imbuhnya,

Lantas apa yang menyebabkan penyakit itu menyerang manusia?

Dalam artikel American Journal of Cardiology, penelitian yang dipimpin oleh Dr James Di Nicolantonio disebutkan, bahwa penyebab datangnya hipertensi adalah gula, bukan garam yang menjadi faktor terjadinya tekanan darah tinggi.

Gagasan tersebut didukung oleh meta analisis dari uji coba terkontrol secara acak atau studi skala besar, yang menunjukkan keterkaitan gula. Dari studi itu gula lebih kuat pengaruhnya pada tekanan darah daripada sodium.

Para peneliti Amerika percaya bahwa kadar gula yang tinggi memengaruhi area utama di otak yang disebut hipotalamus. Kondisi ini dapat menyebabkan percepatan denyut jantung dan peningkatan tekanan darah.

Sementara itu, ilmuwan dari New York dan Kansas juga menyoroti sebuah penelitian terbaru di Prancis, yakni yang tidak menemukan hubungan antara garam dan tekanan darah tinggi atau hipertensi.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini