Ketahui Cara Kerja Vaksin Covid-19 yang Memicu Kekebalan Tubuh

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 09 November 2020 13:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 09 481 2306563 ketahui-cara-kerja-vaksin-covid-19-yang-memicu-kekebalan-tubuh-AURkF1EnHy.jpg (Foto: Shutterstock)

Vaksin menjadi salah satu upaya untuk menghentikan penyebaran virus corona. Vaksin bisa memicu kekebalan tubuh seseorang agar terhindar dari suatu penyakit.

Pemanfaatan vaksin menjadi salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk menyelesaikan pandemi ini. Badan Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwa vaksin mengandung bagian yang lemah atau tidak aktif dari organisme tertentu yang memicu respons kekebalan di dalam tubuh.

Meski vaksin mengandung organisme penyebab penyakit (dilemahkan), vaksin tidak akan menyebabkan penyakit pada orang yang disuntikan. Malah, vaksin akan mendorong sistem kekebalan untuk merespons tubuh untuk mengenali organisme tersebut sehingga penyakit yang dibawa organisme itu bisa dihalau untuk terjadi.

Lebih lanjut, beberapa vaksin memerlukan banyak dosis, dengan intensitas pemberian dalam beberapa minggu atau bulan. Ini terkadang diperlukan agar memungkinkan produksi antibodi berumur panjang dan pengembangan sel memori berjalan baik.

Dengan begitu, tubuh dilatih untuk melawan organisme penyebab penyakit tertentu, membangun memori patogen, sehingga dapat dengan cepat melawannya.

Dalam proses vaksinasi, kita akan mengenal yang namanya 'herd immunity'. Jadi, ketika seseorang divaksinasi, mereka sangat mungkin untuk terlindungi dari penyakit yang ditargetkan. Tapi, tidak semua orang bisa divaksinasi.

 Vaksin menjadi salah satu upaya untuk menghentikan penyebaran virus corona.

Baca juga: 5 Makanan Kaya Karbohidrat yang Cocok untuk Diet, Apa Saja?

Ya, pada penderita HIV misalnya, kebanyakan dari mereka memiliki karakteristik tubuh yang mungkin tidak bisa menerima vaksin. Tapi, kelompok tersebut masih bisa terlindungi dari paparan organisme penyebab penyakit dengan proses herd immunity.

Jadi, ketika banyak orang dalam suatu komunitas divaksinasi, patogen sulit untuk beredar karena kebanyakan orang yang ditemuinya kebal. Jadi, semakin banyak orang yang divaksin, semakin kecil kemungkinan orang yang tidak divaksin untuk terpapar penyakit, karena mereka mendapat perlindungan dari orang lain yang divaksinasi.

Herd immunity juga diperlukan bukan hanya untuk kelompok yang kekebalan tubuhnya lemah, tetapi juga untuk kelompok orang rentan penyakit.

Menjadi catatan di sini, tidak ada satu vaksin pun yang memberikan perlindungan 100 persen dan herd immunity pun tidak memberikan perlindungan penuh pada mereka yang tidak bisa divaksin.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini