Peneliti Ciptakan Cat Putih Reflektif yang Bisa Dinginkan Ruangan

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Senin 09 November 2020 21:47 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 09 612 2306889 peneliti-ciptakan-cat-putih-reflektif-yang-bisa-dinginkan-ruangan-mGJWVulJiq.jpg Peneliti ciptakan cat penangkal radiasi (Foto : Odditycentral)

Para peneliti di Universitas Purdue membuat penemuan baru dengan menciptakan cat yang dapat menangkal radiasi. Penemuan tersebut diberi nama ‘cat pendingin radiasi’ yang kini tengah dalam tahap pengembangan.

Insinyur di Universitas Purdue baru-baru ini meluncurkan cat putih revolusioner yang mereka klaim dapat menjaga permukaan hingga 18 derajat Fahrenheit atau sekira 7,8 derajat Celcius. Cat ini diklaim lebih dingin dari suhu lingkungannya, mereka juga hampir tidak menyerap energi matahari dan benar-benar mengirimkan panas dari permukaan yang ditutupi.

Para peneliti menganggap cat ini dapat mengubah ruang apa pun menjadi lemari es. Namun pengguna cat ini tak perlu memikirkan energi yang harus dikeluarkan untuk mendinginkan ruangannya.

Cat Putih

“Sangat berlawanan dengan intuisi untuk permukaan di bawah sinar matahari langsung menjadi lebih dingin daripada suhu yang dilaporkan stasiun cuaca lokal Anda untuk area itu. Tetapi kami telah menunjukkan ini mungkin,” kata Xiulin Ruan, seorang profesor di Purdue sebagaimana dilansir Oddity Central, Senin (9/11/2020).

Menurut para peneliti, cat putih yang tersedia secara komersial hanya dapat memantulkan 80% -90% sinar matahari dan tidak dapat mencapai suhu di bawah lingkungan sekitarnya. Sementara cat putih reflektif baru ini mampu memantulkan 95,5% sinar matahari dan memancarkan panas inframerah dengan jauh lebih efisien.

Satu artikel di situs Universitas Purdue mengungkapkan bahwa upaya untuk membuat cat reflektif sebagai alternatif yang layak untuk AC tradisional dapat ditelusuri kembali ke tahun 1970-an. Kala itu peneliti menunjukkan betapa sulitnya menemukan formula yang tepat sebenarnya.

Baca Juga : Nagita Slavina Latihan Menari Pakai N95, Netizen: Virus Bakalan Sungkem Sama Ini Masker

Para insinyur Purdue membutuhkan enam tahun kerja keras dan banyak percobaan dan kesalahan untuk menghasilkan cat putih berdasarkan kalsium karbonat. Bahan dasar itu adalah senyawa yang melimpah di bumi. Dan kini penemuan tersebut benar-benar berhasil.

“AC Anda bekerja terutama karena sinar matahari memanaskan atap dan dinding dan membuat bagian dalam rumah Anda terasa lebih hangat. Cat ini pada dasarnya menciptakan AC gratis dengan memantulkan sinar matahari dan mengimbangi panas yang didapat dari dalam rumah Anda, ” ucap Joseph Peoples, Purdue Ph.D. mahasiswa di bidang teknik mesin dan rekan penulis penelitian.

Dengan hadirnya fitur dari cat ini, banyak masyarakat yang bertanya ke manakah panas yang terpantul dari permukaan yang dilapisi cat putih reflektif? Ternyata cahaya itu tidak terpantul ke atmosfer, sebab cat dipantulkan dari Bumi ke luar angkasa di mana panas bergerak tanpa batas dengan kecepatan cahaya.

“Kami tidak memindahkan panas dari permukaan ke atmosfer. Kami hanya membuang semuanya ke alam semesta, yang merupakan penyerap panas tak terbatas, ”kata Xiangyu Li, peneliti postdoctoral di MIT

Radiasi

Artinya, jika cat digunakan pada permukaan besar di seluruh dunia, seperti jalan raya, atap rumah, dan mobil, hal itu sebenarnya dapat membantu mencegah pemanasan global. Peneliti Purdue memperkirakan bahwa cat putih reflektif akan lebih murah untuk diproduksi daripada cat putih komersial.

Selain itu cat putih reflektif ini juga menghemat sekira satu dolar sehari untuk penggunaan AC untuk rumah satu lantai seluas sekitar 1.076 kaki persegi. Para insinyur sekarang sedang mengerjakan warna cat lain yang dapat memberikan manfaat pendinginan.

Meskipun putih mungkin akan tetap menjadi warna yang paling efisien, karena sifat alami pemantul cahaya. Ini pada dasarnya kebalikan dari Vantablack, hitam paling hitam di dunia, yang mampu menyerap 99,96 persen cahaya yang menerimanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini