Pria Ini Alami Anafilaksis, Alergi Super Langka terhadap Dingin

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Selasa 10 November 2020 08:35 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 10 481 2307032 pria-ini-alami-anafilaksis-alergi-super-langka-terhadap-dingin-yHDghKz9sw.jpg Alergi dingin (Foto: Pixabay)

Seorang pria Colorado harus dibawa ke ruang gawat darurat setelah menderita reaksi alergi langka terhadap dingin. Kondisi ini ia alami setelah keluar dari kamar mandi usai mandi menggunakan air dingin.

Kasus aneh ini dilaporkan bulan lalu oleh Journal of Emergency Medicine. Kasus ini menimpa seorang pria berusia 34 tahun yang tidak disebutkan namanya dari Colorado. Ia mengembangkan reaksi alergi yang serius terhadap suhu dingin dan telah membuat banyak ahli medis menggaruk-garuk kepala.

 mandi

Keluarga pria itu diduga menemukannya di lantai setelah pingsan setelah keluar dari kamar mandi. Dia kesulitan bernapas, kulitnya dipenuhi gatal-gatal dan tekanan darahnya sangat rendah.

Ketika paramedis tiba, mereka mendiagnosisnya dengan reaksi alergi yang mengancam jiwa di seluruh tubuh yang dikenal sebagai "anafilaksis".

Sebagaimana dilansir Oddity Central, Senin (9/11/2020), keluarga pria tersebut memberi tahu dokter bahwa dia memiliki riwayat alergi terhadap cuaca dingin. Gejala pertama muncul setelah dia pindah dari Mikronesia ke Colorado beberapa tahun lalu. Tapi gejala masa lalunya hanya terbatas pada gatal-gatal dan bukan anafilaksis yang parah.

Meskipun dirawat dengan epinefrin dan oksigen oleh paramedis, pria itu mengeluarkan banyak keringat dan dipenuhi gatal-gatal pada saat dia tiba di ruang gawat darurat. Di sini, dokter mendiagnosisnya mengalami urtikaria dingin, yang merupakan kondisi sangat langka. Bahkan penyakit ini hanya diamati pada kurang dari 0,1% populasi dunia.

Gejala urtikaria dingin yang paling umum adalah ruam merah dan gatal setelah terpapar dingin, tetapi dalam kasus yang ekstrim penderita mengalami anafilaksis. Kondisi ini dapat menyebabkan saluran udara mereka menyempit, sehingga sulit untuk bernapas, dan tekanan darah mereka menurun.

Penelitian terbatas tentang urtikaria dingin menunjukkan bahwa gejala ekstrim terjadi ketika seluruh tubuh terpapar suhu dingin. Dalam hal ini, pria itu baru saja keluar dari pancuran di kamar mandi yang dingin.

Untuk memastikan bahwa pria itu menderita urtikaria dingin, dokter melakukan tes es batu. Es batu tersebut ditempatkan pada kulit pasien sekira 5 menit.

Jika mereka mengalami gatal-gatal, artinya alergi terhadap dingin. Mereka kemudian dirawat dengan antihistamin dan steroid dan kondisinya mulai membaik.

Sebelum meninggalkan rumah sakit, pasien diberi resep antihistamin harian, injektor otomatis epinefrin, dan disarankan untuk menghindari paparan dingin sebanyak mungkin.

Terlebih situasi di mana seluruh tubuhnya akan terkena dingin. Penderita umumnya juga disarankan untuk menemukan trik agar tetap hangat, seperti membungkus tubuh dan menggunakan lotion yang menjaga panas.

 Baca juga: Alquran dan Sains Lebih Dulu Jelaskan Tentang Makhluk Luar Angkasa

Hingga saat ini penyebab urtikaria dingin tidak diketahui. Tetapi terkadang kondisinya bisa diturunkan. Prevalensinya di seluruh dunia juga tidak diketahui. Satu penelitian di Eropa menemukan prevalensi 0,05 persen.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini