Tantangan Berat Lain Setelah Vaksin Covid-19 Disahkan

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Selasa 10 November 2020 19:56 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 10 481 2307521 tantangan-berat-lain-setelah-vaksin-covid-19-disahkan-PrQu66PYAx.jpg Ilustrasi (Foto : Livescience)

Vaksin virus corona Covid-19 buatan Pfizer Inc akan diotorisasi bulan depan. Alhasil pemerintah di negara barat akan menghadapi tantangan logistik yang sangat besar untuk mendapatkan vaksin untuk disuntikkan kepada setiap warganegaranya.

Di sisi lain program vaksinasi sebelumnya telah menyebar selama bertahun-tahun dan berfokus pada demografi tertentu seperti anak dan orang tua. Pemerintah pun menargetkan untuk menyuntik semua warganegaranya hanya dalam hitungan bulan.

Pada beberapa negara kaya dengan program vaksinasi yang maju, mereka memiliki masalah dalam membangun database untuk melacak siapa yang mendapatkan suntikan. Mereka mencari cara untuk memastikan pasoka vaksin memadai dan menjalankan pusat inokulasi skala besar yang dapat dilakukan dengan aman dan cepat.

Vaksin Covid-19

Namun sayangnya setelah vaksin Covid-19 disetujui, masih ada tantangan yang harus diselesaikan. Diprediksi membutuhkan waktu berbulan-bulan sebelum vaksin tersebut diberikan kepada cukup banyak orang untuk mengurangi kebutuhan akan tindakan lockdown yang belum lama ini diterapkan kembali di beberapa negara barat.

“Jika vaksin tiba, “apakah cukup untuk mengatakan bahwa kehidupan akan berlanjut seperti biasa? Saya rasa jawabannya tidak, "kata Kelompok Penasihat Strategis Ahli Imunisasi Organisasi Kesehatan Dunia, David Salisbury, melansir dari Live Mint, Selasa (10/11/2020).

Baca Juga : 5 Potret Anya Geraldine Mirror Selfie Menggoda, Netizen: Bini Idaman

Pada awal pekan ini, Pfizer dan mitranya BioNTech SE mengatakan vaksin Covid-19 mereka terbukti lebih dari 90% efektif dalam melindungi orang dari virus dalam sebuah penelitian. Itu tandanya, vaksin ini akan meningkatkan harapan dapat membendung gelombang penyakit.

Pemerintah sudah memetakan bagaimana mereka dapat mendistribusikan vaksin tersebut. Layanan Kesehatan Nasional Inggris telah mengadakan uji coba untuk melihat bagaimana vaksin yang harus disimpan pada suhu sangat rendah agar dapat diberikan kepada orang-orang secara massal, secepatnya bulan depan.

The United Nations Children’s Fund telah mulai menimbun setengah miliar jarum suntik sebagai persiapan untuk mendistribusikan vaksin secara global. Badan eksekutif Uni Eropa telah menyusun rencana tentang siapa yang akan divaksinasi, dalam urutan apa, dimulai dengan pekerja perawatan kesehatan, kemudian orang tua, orang sakit dan kemudian pekerja penting.

Di Amerika Serikat (AS), pemerintah federal memetakan pendekatan multi-cabang, termasuk bekerja dengan pejabat negara bagian yang akan memainkan peran kunci dalam administrasi pengambilan gambar. Pemerintah AS memilih McKesson Corp untuk mendistribusikan vaksin.

Vaksin Covid-19

Di Kalamazoo, Mich., Pfizer telah mengubah hamparan tanah seluas lapangan sepak bola menjadi tempat vakisin yang dilengkapi dengan 350 lemari es besar. Mereka siap menerima pengiriman jutaan dosis vaksin Covid-19 sebelum dapat dikirim ke seluruh dunia.

Raksasa farmasi itu mengatakan ingin memberikan hingga 100 juta dosis tahun ini dan 1,3 miliar lainnya pada 2021. Di Eropa, beberapa pembuat obat termasuk Pfizer berharap untuk mengajukan permohonan izin pemasaran bersyarat pada akhir November setara dengan ketentuan penggunaan darurat yang diizinkan di AS.

Begitu mereka melakukannya, European Medicines Agency, yang dapat memberikan izin, mengharapkan untuk menghabiskan waktu sebulan untuk membuat keputusan. Sejak Oktober, badan tersebut telah mulai meninjau hasil awal dari uji coba untuk setidaknya tiga vaksin, termasuk Pfizer.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini