Regulator Kesehatan Brasil Tangguhkan Uji Klini Vaksin CoronaVac

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Selasa 10 November 2020 20:50 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 10 481 2307540 regulator-kesehatan-brasil-tangguhkan-uji-klini-vaksin-coronavac-92mSpvH2lf.jpg Ilustrasi (Foto : Independent)

Regulator kesehatan Brasil telah menangguhkan uji klinis CoronaVac yang merupakan vaksin virus corona Covid-19 yang sedang dikembangkan oleh China. Hal ini dilakukan setelah insiden merugikan yang buruk yang serius.

Anvisa yang merupakan regulator kesehatan Brasil mengatakan telah memutuskan studi klinis tersebut akan dihentikan. Dalam pernyataannya, regulator mengungkapkan bahwa insiden tersebut berlangsung pada 29 Oktober 2020.

Setelah itu, uji coba dihentikan untuk mengevaluasi data yang diamati dan menilai risiko serta manfaat melanjutkan penelitian. Ditambahkan bahwa evaluasi ini sejalan dengan peraturan nasional dan internasional dan sesuai dengan prinsip kerahasiaan, martabat manusia dan perlindungan peserta.

Data relawan penelitian klinis harus dirahasiakan. Regulator kesehatan mengatakan gangguan itu adalah bagian dari prosedur praktik klinis yang baik dan diharapkan untuk studi klinis yang dilakukan di Brasil. ,

“Tidak ada relawan baru yang bisa divaksinasi,” kata Anvisa, merangkum dari Independent, Selasa (10/11/2020).

Pada Oktober 2020, sukarelawan lain yang terlibat dalam uji klinis vaksin Covid-19 yang sedang dikembangkan oleh AstraZeneca dan Universitas Oxford meninggal di Brasil. Namun uji coba itu tidak ditangguhkan.

Vaksin Covid-19

Menurut Anvisa, efek samping vaksin dapat mencakup kematian peserta, kecacatan yang terus-menerus atau signifikan, kelainan kongenital atau cacat lahir. Saat ini vaksin CoronaVac sedang dikembangkan oleh China's Sinovac Biotech dan diuji oleh pusat penelitian negara bagian Sao Paulo.

Baca Juga : Tantangan Berat Lain Setelah Vaksin Covid-19 Disahkan

Bulan lalu, Brasil mengumumkan kesepakatan untuk memperoleh dan memproduksi 46 juta dosis vaksin CoronaVac. Tetapi Presiden Brasil, Jair Bolsonaro mengatakan bahwa negaranya tidak akan mendapatkannya karena kurangnya pengujian yang memadai.

"Orang Brasil tidak akan menjadi kelinci percobaan siapa pun," katanya.

Sekadar informasi, ada hampir selusin vaksin virus corona di seluruh dunia yang sedang dalam tahap pengembangan yang berbeda termasuk uji coba skala besar di negara-negara seperti Amerika Serikat, Cina, Rusia, dan India.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini