6 Tips Manajemen Diabetes Selama Pandemi Covid-19

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Selasa 10 November 2020 22:47 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 10 481 2307569 6-tips-manajemen-diabetes-selama-pandemi-covid-19-6enY5YYJNY.jpg (Foto: Shutterstock)

PANDEMI virus corona atau Covid-19 yang belum kunjung mereda berdampak pada para pasien dengan riwayat penyakit penyerta (komorbid). Banyak mereka yang merasa khawatir dan ketakutan untuk memeriksakan kondisi kesehatannya ke rumah sakit akibat Covid-19. Pasien diabetes menjadi salah satu yang paling rentan mengalami komplikasi serius apabila tidak rutin melakukan kontrol kesehatan.

Menurut Ketua PERSADIA Wilayah Jakarta, Bogor, Bekasi, Depok, Prof. Dr. dr. Mardi Santoso, DTM&H, Sp.PD-KEMD, FINASIM, FACE pasien kencing manis atau Diabetes Mellitus (DM) dianjurkan untuk menjalani manajemen diabetes mandiri selama pandemi Covid-19. Selain itu pasien dengan penyakit diabetes sangat dianjurkan untuk beraktivitas serta tinggal di rumah saja.

Dalam Webinar ‘Manajemen Diabetes selama Pandemi Covid-19’, Selasa (10/11/2020), Prof Mardi membagikan beberapa hal yang dianjurkan untuk dilakukan pasien diabetes selama pandemi Covid-19. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut.

1. Siapkan nomor telepon dokter atau tim medis untuk konsultasi berkala mengenai pengelolaan penyakit DM, antara lain tentang pengobatan, pemantauan gula darah, perubahan pada asupan makanan, aktivitas fisik, keluhan dan lain-lain.

2. Siapkan list obat dan dosisnya (termasuk vitamin dan suplemen).

3. Siapkan karbohidrat sederhana cepat serap seperti gula pasir, madu, selai manis, permen untuk menjaga jika mendadak kadar gula darah turun/hipoglikemi pada diabetesi yang berisiko gula darah turun karena sukar makan. Misalnya pada pasien lansia, pasien gangguan pencernaan atau penyakit-penyakit lain yang menimbulkan asupan makanan berkurang.

4. Siapkan strip dalam jumlah cukup untuk glukometer (alat periksa gula darah mandiri), terutama pasien-pasien dengan kadar gula darah naik-turun tidak stabil.

5. Siapkan stok obat-obat kencing manis tablet/insulin yang biasa dikonsumsi atau yang diresepkan dokter dalam jumlah cukup, minimal untuk 2 minggu ke depan.

6. Gunakan layanan telehealth atau telemedicine untuk konsultasi dokter dan pembelian obat jarak jauh, sehingga diabetesi tidak harus meninggalkan rumah. Kecuali kondisi fisik sangat menurun sehingga perlu pemeriksaan dokter di RS.

 Pandemi Covid-19 yang belum kunjung mereda berdampak pada para pasien dengan riwayat penyakit penyerta (komorbid).

Baca juga: Merpati Balap Termahal di Dunia, Harganya Capai Rp21,6 Miliar

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini