Habib Rizieq Pulang ke Indonesia, Yuk Kenali Adab Bepergian Jauh

Novie Fauziah, Jurnalis · Selasa 10 November 2020 09:23 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 10 612 2307057 habib-rizieq-pulang-ke-indonesia-yuk-kenali-adab-bepergian-jauh-4kiHfiSUno.jpg Ilustrasi berdoa. (Foto: Shutterstock)

IMAM Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab dilaporkan hari pulang ke Indonesia usai bepergian jauh atau safar di Arab Saudi. Rombongan Habib Rizieq diketahui telah bertolak dari Tanah Suci pada Senin 9 November malam waktu setempat.

Habib Rizieq diperkirakan tiba di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada hari ini, Selasa (10/11/2020), sekira pukul 09.00 WIB.

Baca juga: Perjalanan Habib Rizieq ke Arab Saudi hingga Pulang ke Tanah Air 

Dalam ajaran agam Islam sendiri safar atau bepergian jauh merupakan hal yang lazim dilakukan oleh setiap Muslim. Namun perlu diketahui, ada adab-adab tersendiri ketika melakukan perjalanan jauh.

Dikutip dari Muslim.or.id, Selasa (10/11/2020), berikut ini empat adab ketika Anda akan bepergian jauh atau safar:

1. Tidak safar sendirian

Bagi seorang Muslim dimakruhkan bersafar sendirian, baiknya mencari teman untuk bepergian ke mana pun, apalagi jaraknya jauh. Hal ini dikarenakan demi keamanan, serta bisa saling mengingatkan.

Bukan sekadar teman, orang yang menemani Anda bersafar haruslah baik. Ini dikarenakan selama perjalanan terdapat hal-hal yang bermanfaat.

Dari Ibnu Umar Radhiallahu’anhuma, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

لو يعلمُ الناسُ ما في الوَحْدَةِ ما أعلَمُ، ما سار راكبٌ بليلٍ وَحْدَه

Artinya: "Andaikan orang-orang mengetahui akibat dari bersafar sendirian sebagaimana yang aku ketahui, maka mereka tidak akan bersafar di malam hari sendirian." (HR Bukhari Nomor 2998)

Baca juga: Tunggu Kedatangan Habib Rizieq, Pendukung Bersholawat di Markas FPI 

2. Membaca doa keluar rumah

Sebelum Anda bersafar baiknya membaca doa keluar ruma lebih dulu, supaya perjalanan bermanfaat dan selalu dilindungi oleh Allah Subhanahu wa ta'ala.

Dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا خَرَجَ الرَّجُلُ مِنْ بَيْتِهِ فَقَالَ بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ، قَالَ: يُقَالُ حِينَئِذٍ: هُدِيتَ، وَكُفِيتَ، وَوُقِيتَ، فَتَتَنَحَّى لَهُ الشَّيَاطِينُ، فَيَقُولُ لَهُ شَيْطَانٌ آخَرُ: كَيْفَ لَكَ بِرَجُلٍ قَدْ هُدِيَ وَكُفِيَ وَوُقِيَ؟

Artinya: "Apabila seseorang keluar dari rumahnya kemudian dia membaca doa: Bismillaahi tawakkaltu ‘alallahi laa haula walaa quwwata illaa billah (Dengan menyebut nama Allah, yang tidak ada daya tidak ada kekuatan kecuali atas izin Allah), maka dikatakan kepadanya: 'Kamu akan diberi petunjuk, kamu akan dicukupi kebutuhannya, dan kamu akan dilindungi.' Seketika itu setan-setan pun menjauh darinya. Lalu salah satu setan berkata kepada temannya: 'Bagaimana mungkin kalian bisa mengganggu orang yang telah diberi petunjuk, dicukupi, dan dilindungi (oleh Allah)'." (HR Abu Daud Nomor 5095, At Tirmidzi 3426; dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih Abu Daud)

3. Berpamitan kepada keluarga atau tetangga

Sebelum Anda pergi, baiknya berpamitan lebih dulu kepada keluarga maupun tetangga. Hal ini agar mereka tahu, serta mendoakan Anda supaya selamat dalam perjalanan dan tetap dalam lindungan Allah Subhanahu wa ta'ala.

Dianjurkan untuk berpamitan kepada keluarga dan tetangga serta kerabat sebelum safar. Dari Ibnu Umar Radhiallahu’anhu, beliau berkata:

كان رسولُ اللهِ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ يُوَدِّعُنا فيقول : أَستودِعُ اللهَ دِينَك وأمانتَك وخواتيمَ عملِك

Artinya: "Biasanya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam berpamitan kepada kami (sebelum safar) kemudian membaca doa: Astaudi’ullah diinaka wa amaanataka wa khowaatima amalika (Aku titipkan kepada Allah, agamamu, amanatmu, dan penutup amalanmu)." (HR Ahmad, 6/242, Abu Daud Nomor 2600, At Tirmidzi 3443, dishahihkan oleh Ahmad Syakir dalam Takhrij Musnad Ahmad)

4. Memperbanyak doa selama safar

Selama bersafar dianjurkan untuk memperbanyak doa, zikir, dan juga sholawat. Sebab saat bepergian merupakan salah satu waktu diijabahnya doa-doa Anda.

Dari Abu Hurairah Radhiallahu’anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam bersabda:

ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ لاَ شَكَّ فِيْهِنَّ دَعْوَةُ الْمَظْلُوْمِ، وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ، وَدَعْوَةُ الْوَالِدِ عَلَى وَلَدِهِ

Artinya: "Ada tiga doa yang pasti dikabulkan dan tidak ada keraguan lagi tentangnya: doanya seorang yang dizalimi, doanya musafir, doa buruk orangtua terhadap anaknya." (HR Ahmad 2/434, Abu Daud Nomor 1536. Dishahihkan oleh Al Albani dalam Silsilah Ash-Shahihah)

Wallahu a'lam bishawab.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini