5 Keutamaan Kota Makkah, Tempat Habib Rizieq Menetap Sementara

Novie Fauziah, Jurnalis · Selasa 10 November 2020 13:20 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 10 612 2307231 5-keutamaan-kota-makkah-tempat-habib-rizieq-menetap-sementara-339Savao3M.jpg Masjidil Haram di Kota Makkah, Arab Saudi. (Foto: Unsplash)

HABIB Rizieq Shihab, Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), baru saja pulang ke Tanah Air. Ia dan rombongan tiba di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada sekira pukul 09.00 WIB, Selasa (10/11/2020).

Habib Rizieq pulang ke Indonesia setelah sekira 3,5 tahun menetap sementara di Tanah Suci Makkah, Arab Saudi. Kota Makkah sendiri merupakan tempat yang paling disucikan oleh umat Islam di seluruh dunia. Di sana juga berdiri Kakbah sebagai kiblat semua Muslim.

Baca juga: Habib Rizieq Pulang ke Indonesia, Yuk Kenali Adab Bepergian Jauh 

Tanah Suci juga memiliki banyak keistimewaan atau keutamaan bagi orang yang memasukinya. Berikut ini di antara keutamaannya, sebagaimana dikutip dari 'Buku Cerdas Haji dan Umrah'.

1. Kota yang dilindungi Allah dari kerusakan dan kepunahan populasinya

"Sesungguhnya tanah ini telah diharamkan oleh Allah Subhanahu wa ta'ala, maka tidak boleh ditebang tumbuhannya, tidak boleh diburu hewan buruannya, dan tidak boleh dipungut satu pun barang yang hilang padanya, kecuali orang yang mencari pemiliknya." (HR Bukhari Nomor 1587)

2. Kota yang tidak akan dimasuki Dajjal

"Tidak ada satu negeri pun yang akan dimasuki Dajjal, kecuali Makkah dan Madinah. Dia tidak mendapati celah atau jalan masuk, kecuali padanya ada malaikat yang berbaris menjaganya." (HR Bukhari Nomor 1881)

Baca juga: Habib Rizieq Pulang Jadi Trending Topic di Media Sosial 

3. Sebaik-baik bumi Allah

"Demi Allah Subhanahu wa ta'ala, sesungguhnya engkau adalah sebaik-baiknya bumi Allah Subhnahahu wa ta'ala dan Bumi yang paling Allah sayangi. Kalaulah bukan karena dipaksa keluar, maka aku tidak akan meninggalkan engkau." (HR Turmudzi Nomor 3925)

4. Kota yang damai dan dilarang berperang di dalamnya

"Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Makkah); dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan, dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidil Haram, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuhlah mereka. Demikianlah balasan bagi orang-orang kafir." (QS Al Baqarah (2): 191)

"Tidak halal bagi kalian untuk mengangkat senjata di Makkah." (HR Muslim Nomor 3373)

5. Tempat dan saksi dimulainya peristiwa Isra Mikraj serta perintah salat lima waktu

"Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (QS Al Isra (17): 1)

Wallahu a'lam bishawab.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini