Habib Rizieq Pulang, Kenali Sunah-Sunah Usai Bepergian Jauh

Novie Fauziah, Jurnalis · Selasa 10 November 2020 13:42 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 10 612 2307250 habib-rizieq-pulang-kenali-sunah-sunah-usai-bepergian-jauh-bjf53IatYY.jpg Ilustrasi sholat. (Foto: Shutterstock)

PIMPINAN sekaligus Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab, baru saja pulang ke Indonesia. Ia beserta rombongan tiba di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, sekira pukul 09.00 WIB, Selasa (10/11/2020).

Habib Rizieq pulang ke Tanah Air setelah 3,5 tahun menetap di Kota Makkah, Arab Saudi. Ia meninggalkan Indonesia pada 26 April 2017.

Selama di Arab Saudi, Habib Rizieq ditemani sang istri Syarifah, putra-putrinya, menantu, serta pamannya. Kegiatan Habib Rizieq di Tanah Suci menyelesaikan tugas-tugasnya untuk bisa memperoleh gelar doktor di Universitas Sains Islam Malaysia (USIM)‎.

Baca juga: Habib Rizieq Pulang Jadi Trending Topic di Media Sosial 

Terkait safar atau bepergian jauh ini, ada adab-adabnya yang diajarkan dalam agam Islam. Salah satunya adalah sunah-sunah yang bisa dikerjakan usai kembali pulang, karena ini bagian dari adab bersafar.

Berikut ini adab ketika Muslimin pulang safar, sebagaimana dikutip dari Muslim.or.id:

Dari Abu Hurairah Radhiallahu’anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam bersabda:

السَّفَرُ قِطعةٌ من العذاب؛ يمنعُ أحدَكم طعامَه، وشرابَه ونومَه، فإذا قضى أحدُكم نَهْمَتَه فليُعَجِّلْ إلى أهلِه

Artinya: "Safar adalah sepotong azab, seseorang di antara kalian ada yang terhalang untuk makan, terhalang untuk minum, atau untuk tidur. Maka jika kalian sudah menyelesaikan urusannya, maka hendaknya segera kembali pada keluarganya." (HR Bukhari Nomor 3001, Muslim 1927)

Baca juga: 5 Keutamaan Kota Makkah, Tempat Habib Rizieq Menetap Sementara 

Kemudian dianjurkan sholat dua rakaat ketika pulang safar, tepatnya sebelum sampai rumah. Dari Ka'ab bin Malik Radhiallahu’anhu, ia berkata:

أَنَّ النَّبيَّ صلَّى الله عليه وسَلَّم كان إذا قَدِمَ من سفر بدأ بالمسجِدِ فركع فيه ركعتين ثُمَّ جلس

Artinya: "Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam jika Beliau pulang dari safar, Beliau mendahulukan masuk masjid kemudian sholat dua rakaat di masjid kemudian duduk." (HR Bukhari Nomor 3088, Muslim 2769)

Lalu diperbolehkan mengadakan acara makan-makan setelah pulang dari safar. Acara ini disebut dengan an-naqi’ah. Istilah an-naqi’ah dari kata dasar an-naq’u yang artinya debu. Hal ini dikarenakan orang yang safar biasanya terkena debu di perjalanan.

Nabi Shallalahu’alaihi Wasallam:

أَنَّهُ لَمَّا قَدِمَ المَدِينَةَ نَحَرَ جَزُورًا أَوْ بَقَرَةً

Artinya: "Ketika Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam datang ke Madinah, Beliau menyembelih unta atau sapi betina." (HR Bukhari Nomor 2923 bab Ath Tha’am Indal Qudum)

"Imam Al Bukhari membuat judul 'Bab jamuan ketika ada musafir yang datang', Ibnu Umar Radhiallahu’anhuma biasa menjamu makan orang yang datang kepadanya." (Fathul Baari, 6/194).

Wallahu a'lam bishawab.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini