Waduh, Warga Kota Ini Konsumsi Gula Tertinggi

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Rabu 11 November 2020 08:53 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 11 481 2307679 waduh-warga-kota-ini-konsumsi-gula-tertinggi-cZzfLRP6rW.jpg Yogyakarta (Foto: Inst Aryatfnptra)

Penyakit tidak menular (PTM) masih menjadi tantangan berat yang dialami masyarakat dunia. Menurut World Health Organization (WHO), terdapat 56 juta kematian di dunia pada 2012, dan sebanyak 68 persen diantaranya disebabkan oleh penyakit tidak menular.

Status PTM di Tanah Air pun terbilang cukup tinggi, empat penyakit tidak menular yang paling sering diidap masyarakat adalah kardiovaskular (cvd), kanker, penyakit pernapasan kronis, dan diabetes.

Tentunya penyakit kronis ini muncul akibat pola makan dan gaya hidup masyarakat yang tidak baik. Beberapa diantaranya adalah kurang mengonsumsi sayur dan buah serta tidak membatasi asupan gula, garam dan lemak (GGL).

 gula

Kasubdit Standardidasi Pangan Olahan Tertentu, Direktorat Standardisasi Pangan Olahan BPOM, Yusra Egayanti, S.Si, Apt, MP mengatakan, asupan GGL tak terkontrol berperan dalam munculnya PTM.

“Anjuran konsumsi gula adalah 50 gram per orang setiap harinya, garam sebanyak 5 gram per orang setiap hari sedangkan lemak 67 gram per orang setiap harinya. Namun banyak orang yang melampaui batasannya sehingga berisiko terserang PTM,” terang Egayanti, dalam Webinar ‘Manajemen Diabetes selama Pandemi Covid-19’, Selasa (10/11/2020).

Dalam kesempatan tersebut Egayanti menyebutkan beberapa wilayah di Indonesia dengan asupan GGL tertinggi. Berdasarkan SKMI 2018, sebanyak lima dari 100 orang Indonesia mengonsumsi gula lebih dari 50 gram per hari. Asupan gula tertinggi terdapat di Yogyakarta ddengan 16,9 persen.

“Konsumsi garam tertinggi yakni lebih dari 2.000 mg/hari ada DKI Jakarta dengan 65,4 persen. Sementara konsumsi lemak lebih dari 67 gram per hari juga berada di DKI Jakarta dengan 48,2 persen,” lanjutnya.

Lebih lanjut ia mengimbau masyarakat untuk berhati-hati terhadap beberapa makanan yang memiliki GGL tingg. Sumber gula terbesar yang seringkali tidak disadari masyarakat berasal dari minuman siap konsumsi, produk sereal, produk susu dan kondimen. Makanya warga harus lebih berhati-hati saat konsumsi gula.

“Sementara asupan garam bisa berasal dari kondimen, sereal, produk hasil olahan ikan dan daging. Sedangkan makanan tinggi lemak berasal dari mintak dan berbagai macam produk turunannya, sereal, daging, ikan dan telur,” tuntasnya.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini