Konsumsi Omega-3 Bisa Cegah Bayi Prematur Loh

Novie Fauziah, Jurnalis · Rabu 11 November 2020 17:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 11 612 2308004 konsumsi-omega-3-bisa-cegah-bayi-prematur-loh-i8cFr1C4zI.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

PASANGAN Zaskia Gotik dan Sirajuddin tengah berbahagia setelah dikaruniai anak pertama mereka. Meskipun melahirkan secara prematur, namun ibu dan bayi dalam kondisi sehat.

Lantas, kenapa bayi bisa lahir secara prematur? Para peneliti dari Universitas Adelaide, Dinas Kesehatan Australia Selatan and Institut Penelitian Medis (SAHMRI) dan Rumah Sakit Perempuan dan Anak-anak meninjau hasil 70 penelitian dari seluruh dunia, yang melibatkan 20.000 perempuan.

Peneliti SAHMRI, Maria Makrides, mengatakan data menunjukkan suplementasi omega-3 setiap hari mengurangi risiko kelahiran sebelum 37 minggu sebesar 11 persen, dan mengurangi risiko kelahiran sebelum 34 minggu sebesar 42 persen.

"Temuan ini sangat signifikan dan penting karena ada sangat sedikit intervensi yang bisa mengurangi risiko kondisi prematur," kata Profesor Makrides seperti dilansir dari NBC News.

Nasehat untuk ibu hamil yang mengandung bayi tunggal adalah konsumsilah suplemen dengan asam lemak omega-3 dari minggu ke-12 kehamilan. Suplemen ini seharusnya mencakup setidaknya 500 miligram asam lemak omega-3 yang disebut DHA.

Profesor Makrides mengatakan sementara hasil dari penelitian itu definitif, para peneliti tak sepenuhnya yakin mengapa omega-3 mengurangi risiko persalinan dini.

"Kami tak tahu persis mekanisme tentang bagaimana cara kerja omega-3 tetapi kemungkinan itu mengurangi potensi hormon yang sangat kuat, yang sering memulai kelahiran prematur untuk memperpanjang durasi kehamilan," jelas dia.

Dokter spesialis bayi baru lahir (neonatalogi) di Rumah Sakit Perempuan dan Anak-Anak, Andy McPhee, mengatakan hasil dari tinjauan penelitian ini adalah "luar biasa".

"Bayi-bayi berusia kurang dari 34 minggu-lah yang kami lihat mendapat manfaat terbesar dan mereka adalah bayi yang paling berisiko," kata Dr McPhee.

Menurutnya, pada kondisi prematur ekstrem, pada 23 atau 24 minggu, ada kemungkinan besar bahwa bayi tak akan bertahan hidup (atau) bayi itu bisa bertahan hidup, tetapi dengan sistem organ yang rusak.

Slade mengatakan hal yang "sangat baik untuk mengetahui" ada strategi sederhana bagi perempuan untuk mengurangi risiko kelahiran prematur.

"Tak ada risiko dengan suplemen dan tak ada komplikasi. Karena jika Anda memiliki dosis lebih, itu hanya dicerna tubuh Anda," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini