Harapan Menuju Gerbang Pemulihan

Fitria Dwi Astuti , Jurnalis · Kamis 12 November 2020 09:20 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 12 12 2308301 harapan-menuju-gerbang-pemulihan-DFh068r7Tz.jpg Foto: Dok KOMINFO

JAKARTA-Keberadaan vaksin bermakna besar bagi para penyintas dan bagi para pasien yang masih mengidap Covid-19 agar kembali sehat dan tetap sehat.

Ketika mendengar cerita langsung dari penyintas Covid-19, terasa benar bila kehadiran vaksin menjadi hal yang vital. "Saya ketakutan ketika kemarin kena Covid-19. Apakah akan tetap bisa hidup atau akan segera meninggal. Saya ingin hidup, saya ingin tetap hidup dan lepas dari penyakit ini. Maka harapan besar sebetulnya datang dari vaksin ini," ujar Latief Siregar, seorang jurnalis senior dan penyintas Covid-19.

Keberadaan vaksin, lanjut Latief, punya makna yang besar bagi para penyintas dan bagi para pasien yang masih mengidap Covid-19 agar kembali sehat dan tetap sehat. Vaksin, juga menjadi simbol harapan bahwa seseorang bisa terhindar dari Covid-19. "Tidak akan ada orang yang merasa bahwa vaksin ini tidak berperan baik dalam mengatasi penyakit. Karena sampai saat ini, tidak ada obat untuk Covid-19," katanya.

Keinginan masyarakat akan hadirnya vaksin juga terlihat dari tingginya antusiasme menjadi relawan uji klinis fase 3 yang dilakukan oleh Bio Farma. Tercatat lebih dari dua ribu yang mendaftar dari kebutuhan sejumlah 1.800 relawan. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri sedang berperan aktif melakukan diplomasi vaksin untuk penanganan Covid-19.

Saat ini, Indonesia telah mempunyai beberapa kandidat vaksin Covid-19 yang akan digunakan untuk pemulihan kesehatan masyarakat luas. Berdasarkan data terakhir WHO per 19 Oktober 2020, terdapat 154 kandidat vaksin yang sedang pada tahap uji praklinik dan 44 kandidat vaksin Covid-19 yang sudah memasuki tahap uji klinik.

Penyediaan dan pengembangan vaksin dikawal dengan asas kehati-hatian dan manfaat oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM). Dalam kondisi tertentu, pemberian izin penggunaan vaksin bisa berupa persetujuan penggunaan darurat (Emergency Use Authorization/ EUA). “Pengambilan keputusan pemberian persetujuan penggunaan darurat ini harus dilakukan dengan pertimbangan kemanfaatan yang lebih tinggi daripada risikonya,” ujar Dra. Togi J Hutadjulu Apt MHA, Plt Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif Badan POM. Secara berkesinambungan, Badan POM juga berperan mengawasi rantai distribusi untuk memastikan mutu vaksin.

Meski ada pihak yang melihatnya sebagai sesuatu yang klise, namun hadirnya vaksin yang aman, berkhasiat, dan bermutu memberikan harapan baru bagi masyarakat luas. Khususnya bagi penyintas Covid-19 yang secara langsung merasakan betapa tidak menyenangkannya hidup terjangkit virus ini. Vaksin Covid-19 memang memberikan harapan untuk mengembalikan kehidupan bermasyarakat kembali seperti semula. Memulihkan kesehatan masyarakat dan menggerakkan kembali ekonomi. Kesehatan Pulih, Ekonomi Bangkit.

 CM

(yao)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini