4 Penyakit yang Sering Menyerang Orang Indonesia

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 12 November 2020 11:14 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 12 481 2308367 4-penyakit-yang-sering-menyerang-orang-indonesia-yApu3J8f73.jpg (Foto: Freepik)

Hari Kesehatan Nasional (HKN) 2020 diperingati setiap 12 November. Pada hari jadinya yang ke-56, Hari Kesehatan Nasional tahun ini membawa tema ‘Satukan Tekad Menuju Indonesia Sehat’. Tahun ini menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat Indonesia karena harus 'berperang' melawan pandemi virus corona atau Covid-19 yang melanda Tanah Air.

Tentunya tak hanya Covid-19 saja yang menjadi perhatian. Masyarakat juga harus mengantisipasi beberapa penyakit lain yang sering mengintai. Terlebih pada saat musim pancaroba seperti saat ini. Merangkum dari berbagai sumber, berikut penyakit yang paling sering dialami masyarakat Indonesia. Yuk disimak.

1. Batuk

Seringnya Anda batuk dikarenakan tenggorokan yang terasa kering, hingga memicu timbulnya batuk tersebut. Batuk dibedakan menjadi dua yakni batuk kering dan batuk basah. Batuk kering merupakan batuk yang membutuhkan waktu lama untuk sembuh. Ada beberapa penyebab dari batuk kering antara lain, radang tenggorokan, radang selaput lendir atau sinusitis, asma dan alergi.

Batuk basah biasa terjadi dengan adanya lendir pada saat batuk. Biasanya penderita batuk basah disertai dengan hidung meler dan kelelahan. Mereka yang menderita batuk basah akan merasakan sesuatu di tenggorokan, hal itu disebabkan oleh banyaknya lendir.

Penyebab dari batuk basah adalah pneumonia. Selain itu, penyakit paru obstruktif kronik, bronkitis dan asma juga menjadi penyebab batuk basah.

2. Influenza

Gejala influenza yang paling gampang dikenali berupa batuk, flu, pilek, demam, mual, muntah, nyeri, badan letih dan beberapa gejala lainnya. Masa inkubasinya antara satu hingga empat hari. Untuk menetapkan gejalanya memang cukup sulit membedakan dengan flu biasa.

Tapi Anda dapat menandai influenza ini ketika makan produk unggas atau bersentuhan dengan unggas yang mati. Tak cuma itu, masyarakat juga harus dikenalkan dengan cara mengenali etika batuk yang menjadi tanda timbulnya gejala. Ini sangat penting supaya tidak menularkan penyakit.

 Hari Kesehatan Nasional (HKN) 2020 diperingati setiap 12 November.

Baca juga: Kesal dengan Komedo di Hidung? Ini 5 Cara Rumahan untuk Menghilangkannya

3. Angin duduk (Angina)

Angin duduk atau dalam istilah medis disebut Angina adalah tanda peringatan penyakit jantung. Angina sendiri merupakan deteksi dini yang bisa dilakukan untuk mengetahui bahwa tubuh Anda aman akan penyakit jantung atau tidak. Gejala Angina terdiri dari nyeri dada, sesak, tekanan dan ada rasa tidak nyaman di dada saat melakukan aktivitas fisik atau saat stres.

Angin duduk yang dirasakan pria biasanya terjadi karena penyumbatan di arteri koroner yang disebut sebagai penyakit arteri koroner obstruktif (CAD). Sedangkan, pada perempuan, penyebab terjadinya angin duduk terjadi penyempitan oksigen di arteri yang sangat kecil yang bercabang dari arteri koroner.

4. Masuk angin

Pada dasarnya, dunia medis lokal maupun internasional tidak mengenal penyakit masuk angin. Ya, masuk angin ini hanyalah “penyakit” buatan masyarakat saat merasa “tidak enak badan” akibat banyaknya angin yang masuk ke dalam tubuh. Masuk angin sebetulnya merupakan kumpulan gejala yang muncul dari dua penyakit, yaitu maag (gastritis) dan flu biasa (common cold).

Itulah sebabnya, masuk angin sering kali digambarkan dengan badan lemas, demam, perut kembung, begah, sering sendawa, sakit kepala, hingga batuk. Penyebab masuk angin bermacam-macam. Seringnya disebabkan karena terlalu lama di ruangan ber-AC atau sering keluar di malam hari.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini