Dampak Pandemi, Makin Banyak Orang Alami Gangguan Kecemasan dan Depresi

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 12 November 2020 18:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 12 481 2308499 dampak-pandemi-makin-banyak-orang-alami-gangguan-kecemasan-dan-depresi-QJcFmR2nqh.jpg Ilustrasi (Foto : Freepik)

Pandemi Covid-19 belum berakhir hingga saat ini. Dampak dari pandemi sendiri tidak hanya memengaruhi kesehatan secara fisik, tetapi juga mental.

Kesehatan mental menjadi masalah serius di tengah kasus Covid-19 yang masih terus meningkat. Menurut laporan Live Science, kecemasan, depresi, dan pikiran untuk bunuh diri meroket di tengah pandemi Covid-19. Laporan ini dikeluarkan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC).

CDC menemukan bahwa orang dewasa muda sangat rentan terhadap gangguan mental ini. Para peneliti studi menganalisis informasi lebih dari 5.400 orang dewasa Amerika Serkat berusia 18 tahun ke atas dengan bantuan survei pada akhir Juni 2020.

Gangguan Kecemasan

Dari survei tersebut diketahui fakta bahwa persentase orang Amerika yang melaporkan gejala gangguan kecemasan meningkat sekitar tiga kali lipat dan persentase pelaporan gejala gangguan depresi meningkat sekitar empat kali lipat. Data ini dibandingkan dengan tingkat survei yang pernah dilakukan pada periode yang sama di 2019 atau sebelum pandemi muncul.

Secara keseluruhan, dalam survei 2020 diketahui bahwa sekitar 41 persen peserta melaporkan gejala setidaknya satu kondisi kesehatan mental; dengan 31 persen mengalami gejala kecemasan atau depresi, 13 persen memulai atau meningkatkan konsumsi alkohol untuk mengatasi stres yang terkait dengan pandemi, dan hampir 11 persen melaporkan bahwa mereka serius mempertimbangkan bunuh diri.

Baca Juga : Potret Cantik Jessica Iskandar Jalani Melukat Usai Diterpa Isu Video Syur

Jika dilihat dalam kelompok usia, yang paling banyak mengalami gangguan mental selama pandemi adalah kelompok usia 18 hingga 24 tahun dengan persentase kasus, gejala kecemasan atau gangguan depresi (63%), penggunaan zat berbahaya atau mengonsumsi alkohol (25%), dan mempertimbangkan bunuh diri (25%).

Sebagai perbandingan, jika dilihat pada survei nasional pada 2018, sekitar (14%) dewasa uda melaporkan episode depresi berat dan (11%) melaporkan pikiran serius untuk bunuh diri dalam satu tahun terakhir.

Laporan ini terbit di jurnal Morbidity and Mortality Weekly Report pada Kamis, 13 Agustus 2020. Salah satu kesimpulan yang ditarik peneliti adalah pandemi jelas memberi pengaruh pada gangguan mental, khususnya untuk orang dewasa muda.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini