Risiko Pasien Penyakit Tidak Menular Tertular Covid-19 Meningkat saat Pandemi

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 12 November 2020 19:09 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 12 481 2308508 risiko-pasien-penyakit-tidak-menular-tertular-covid-19-meningkat-saat-pandemi-IWWswf4kH1.jpg Ilustrasi (Foto : Freepik)

Tidak ada yang membahayakan daripada pandemi Covid-19 bagi orang dengan penyakit tidak menular (PTM) seperti diabetes, kanker, masalah pernapasan, atau kondisi kardiovaskular, menurut hasil studi terbaru yang dilakukan di UNSW Sydney.

Pasien PTM atau penyakit kronis itu menjadi lebih rentan terpapar atau bahkan meninggal dunia akibat Covid-19. Di sisi lain, kelompok pasien ini pun mengalami masalah lanin yaitu makan tidak sehat, penyalahgunaan zat, isolasi sosial, dan ini merugikan untuk pasien PTM.

Menurut laporan Science Daily, para peneliti juga menemukan bahwa Covid-19 menggangu layanan kesehatan mereka yang sejatinya sangat dibutuhkan pasien PTM untuk mengelola kesehatan mereka.

Batuk

Penulis utama studi yang diterbitkan di Frontiers in Public Health, Uday Yadav, dari UNSW Medicine, mengatakan bahwa interaksi antara PTM dengan Covid-19 penting untuk dipelajari, karena data global menunjukkan kematian terkait Covid-19 secara tidak proporsional tinggi di antara pasien PTM.

"Studi ini menggambarkan efek negatif dari sindrom Covid-19 yang sering dikenal sebagai 'epidemi sinergis', istilah yang diciptakan oleh antropolog medis Merrill Singer pada 1990-an untuk menggambarkan hubungan antara HIV/AIDS, penyalahgunaan zat dengan kekerasan," kata Yadav.

Baca Juga : Potret Cantik Jessica Iskandar Jalani Melukat Usai Diterpa Isu Video Syur

Ia pun kemudian menerapkan istilah tersebut untuk kasus pasien PTM yang terdampak pandemi Covid-19. "Jadi, orang-orang mengenal Covid-19 sebagai pandemi, tapi kami menganalisanya melalui lensa sindrom untuk menentukan dampak Covid-19 dan pandemi ini di masa depan pada pasien PTM," sambung Yadav.

PTM, sambung Yadav, merupakan hasil kombinasi faktor genetik, fisiologis, lingkungan dan perilaku, dan tidak ada perbaikan yang cepat seperti vaksin atau obatnya. Jadi, tidak mengherankan kalau ahli medis menemukan bahwa keterpaparan pasien PTM terhadap faktor risiko PTM-nya meningkat di tengah pandemi.

"Dan mereka lebih rentan tertular Covid-19 karena interaksi sindrom antara faktor biologis dan sosio-ekologis. Bukti yang kami analisa juga menunjukkan adanya manajemen diri yang buruk pada pasien PTM di tingkat komunitas dan Covid-19 pun menggangu layanan kesehatan masyarakat yang sangat diandalkan pasien PTM," terang Yadav.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini