Pesan Menkes Terawan di Hari Kesehatan Nasional 2020

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 12 November 2020 18:15 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 12 481 2308642 pesan-menkes-terawan-di-hari-kesehatan-nasional-2020-IA2oMHMlbD.jpg Menkes Terawan (Foto : Okezone)

Setiap 12 November diperingati sebagai Hari Kesehatan Nasional (HKN). Pada HKN ke-56 ini, Menteri Kesehatan Indonesia, dr. Terawan Agus Putranto menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada pemberi layanan kesehatan di seluruh Indonesia yang tengah dilandar pandemi Covid-19.

"Pemerintah bersama masyarakat dapat bahu-membahu menghadapi pandemi Covid-19 yang kini tengah menyerang dunia hampir satu tahun lamanya," ujarnya.

Ia pun mengajak masyarakat untuk jangan kendor menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak serta berpikir positif, sehingga tetap sehat dan produktif. Hal itu tertulis di akun Instagram resmi Kementerian Kesehatan.

"Dalam situasi pandemi masyarakat diharapkan tetap produktif. Namun, harus tetap aman dari Covid-19. Oleh karena itu, adaptasi kebiasaan baru dengan menerapkan protokol kesehatan merupakan hal yang tak bisa ditawar lagi. Sekuat apapun upaya pemerintah tidak akan cukup apabila tidak didukung oleh masyarakat dengan mematuhi protokol kesehatan," pesannya.

Menkes Terawan

Sementara itu, peringatan HKN sendiri bertepatan dengan Hari Pneumonia Sedunia. Karenanya, pada kesempatan ini Menkes mengatakan bila pneumonia masih menjadi masalah kesehatan. 

“Pneumonia ditularkan melalui udara atau droplet dan merupakan penyakit berbahaya bagi kelompok rentan. Pneumonia masih menjadi masalah kesehatan utama pada balita di dunia, terutama pada negara berkembang,” terang Menkes Terawan dalam Perayaan Hari Pneumonia Dunia, Save the Children, Kamis (12/11/2020).

Baca Juga : Becca Kena Prank Nyaris Pulang, Ini Dia Top 10 MasterChef Indonesia Season 7

Pada kesempatan yang sama, Menkes Terawan juga membagikan beberapa cara penanggulangan utama pneumonia pada anak. Salah satunya adalah peran utama pemerintah untuk meningkatkan tata kelola pneumonia dengan beberapa cara yakni:

1. Meningkatkan akses dan efektifitas penanganan balita dengan pneumonia.

2. Meningkatkan peran serta masyarakat dalam rangka deteksi dini pneumonia.

3. Melakukan perluasan introduksi imunisasi Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV) secara bertahap ke wilayah lainnya di Indonesia untuk menurunkan angka kematian karena pneumonia. Saat ini imunisasi PCV di provinsi NTB dan Bangka Belitung.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini