Menkes Terawan: Pneumonia Jadi Penyebab 10 Persen Kematian Balita

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 12 November 2020 19:45 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 12 481 2308697 menkes-terawan-pneumonia-jadi-penyebab-10-persen-kematian-balita-OQhwPbjxTP.jpg Menkes Terawan (Foto : Dok Webinar WHO)

Hari Kesehatan Nasional jatuh bertepatan dengan peringatan Pneumonia Sedunia. Menurunkan tingkat infeksi pneumonia pada anak masih menjadi tugas pemerintah Indonesia saat ini.

Menteri Kesehatan (Menkes) dr. Terawan Agus Putranto mengatakan, pneumonia menjadi penyebab 10 persen kematian balita. Hal ini merujuk pada laporan Sampel Sistem Registrasi Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) tahun 2016.

"Jumlah tersebut mencatat lebih dari 800 ribu anak di Indonesia berdasarkan sampel sistem registrasi Balitbangkes 2016. Bahkan pneumonia menjadi penyebab 10 persen kematian balita," ungkap Menkes Terawan dalam peringatan Hari Pneumonia Seduni secara virtual, Kamis (12/11/2020).

Lebih lanjut, Menkes Terawan menyebutkan, berdasarkan laporan World Health Organization (WHO) pada 2017, sebanyak 15 persen dari kematian anak di bawah 5 tahun atau 5,5 juta orang disebabkan oleh pneumonia. Lalu, sebetulnya apa pneumonia itu dan bagaimana cara penularannya?

Menkes Terawan

Menkes Terawan menjelaskan bahwa peumonia adalah infeksi akut yang mengenai jaringan paru atau alveoli dan disebabkan oleh virus, bakteri, parasit, atau jamur.

“Pneumonia ditularkan melalui udara atau droplet dan merupakan penyakit berbahaya bagi kelompok rentan. Pneumonia masih menjadi masalah kesehatan utama pada balita di dunia, terutama pada negara berkembang,” ujarnya.

Baca Juga : Pesan Menkes Terawan di Hari Kesehatan Nasional 2020

Karenanya, dalam rangka menanggulangi pneumonia, Menkes Terawan mengatakan pemerintah terus meningkatkan akses dan efektivitas penanganan balita dengan pneumonia. Selanjutnya dengan eningkatkan peran serta masyarakat dalam rangka deteksi dini pneumonia.

Kemudian, melakukan perluasan introduksi imunisasi Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV) secara bertahap ke wilayah lainnya di Indonesia untuk menurunkan angka kematian karena pneumonia. Saat ini imunisasi PCV di provinsi NTB dan Bangka Belitung.

“Saya mengimbau semua pemangku kebijakan lintas sektoral maupun organisasi profesi, bidang kesehatan, organisasi masyarakat untuk berkontribusi mencegah pneumonia dengan mengkampanyekan perilaku hidup bersih dan sehat. Serta menciptakan lingkungan yang sehat,” jelasnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini