Pasien Hipertensi Sering Nyeri Dada? Waspada Penyakit Aorta

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 13 November 2020 08:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 12 481 2308708 pasien-hipertensi-sering-nyeri-dada-waspada-penyakit-aorta-OhqLze2YfJ.jpg Ilustrasi (Foto : Medicaldaily)

Ketika seseorang sudah didiagnosis mengalami hipertensi, maka sudah dipastikan seumur hidup diminta untuk mengelola tekanan darah. Abai sedikit, risiko penyakit serius lainnya mengintai, misalnya saja penyakit jantung, stroke, gagal ginjal, atau penyakit aorta.

Ya, penyakit aorta memang tidak terlalu populer tetapi efek yang ditimbulkan dari penyakit ini adalah kematian jika ditangani terlambat. Pasien hipertensi menjadi kelompok orang yang paling berisiko mengalami penyakit aorta.

Dijelaskan Dijelaskan Dokter Sub-Spesialis Intervensi Kardiolog dan Vaskular Heartlogy Cardiovascular Center RS Brawijaya Saharjo dr Suko Adiarto, Sp.JP (K), ketika pasien hipertensi tekanan darahnya tidak terkontrol dengan baik, maka risiko penyakit aorta menjadi sangat tinggi.

Serangan Jantung

"Ini terjadi karena semakin tinggi tekanan darah pasien, maka risiko robeknya aorta semakin tinggi. Kalau sudah sobek, pasien bisa meninggal dunia," terang dr Suko dalam Webinar bertema 'Operasi Bentall pada Diseksi Aorta, Salah Satu Operasi Tersulit di Dunia', kemarin, 12 November 2020.

Baca Juga : Pesona Chef Renatta Moeloek Bergaya Urban Style di MasterChef Indonesia

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), aneurisme aorta menyebabkan 9.923 kematian pada 2018 dan sekitar 58 persen kematian karena aneurisma aorta atau diseksi aorta terjadi pada pria.

Lebih lanjut, laporan National Center for Biotechnology Information (NCBI) mencatat bahwa insiden terjadinya diseksi aorta adalah 5-30 kasus per satu juta orang dengan rentang usia 40-70 tahun. Penyakit aorta sendiri terjadi pada pembuluh darah arteri terbesar yang memanjang dari jantung hingga perut bawah.

Dokter Suko melanjutkan, ada gejala yang bisa dikenali pasien hipertensi jika dia mengalami penyakit aorta, salah satunya adalah dada nyeri. "Hal ini terjadi karena adanya pembengkakan di daerah jantung atau di dadanya," katanya.

Selain nyeri dada, gejala lain muncul ketika seseorang mengalami aorta bisa dibaca dari pembengkakan yang terjadi dan menekan pembuluh darah lain yang ada di sekitarnya.

Maksudnya, ketika aorta itu menekan bagian aliran darah yang ke otak, maka gejala yang muncul adalah kondisi stroke, lalu misalnya pembuluh darah yang ditekan adalah aliran ke usus, maka pasien bisa meninggal dunia.

asma

Kemudian, area yang ditekan misalnya paru-paru, maka pasien bisa mengalami sesak napas. Begitu juga jika aorta yang bengkak menutup aliran darah di kerongkongan, si pasien akan mengalami batuk dan sesak napas. Sesak juga bisa terjadi kalau aorta-nya menekan di pita suara.

"Sialnya, semua gejala yang muncul itu terjadi pada kondisi pembengkakan aorta yang sudah besar sekali, sehingga memang skrining pada pasien hipertensi menjadi penting," tambah dr Suko.

Namun, pada dasarnya, tegas dr Suko, penyakit ini tidak mengeluarkan gejala. Karena itu, jika Anda termasuk pasien hipertensi, sangat disarankan untuk mengontrol tekanan darah secara rutin agar penyakit aorta yang berbahaya ini bisa diminimalisir.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini