Cek Fakta, Kopi Kekinian Tingkatkan Risiko Diabetes?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 13 November 2020 12:32 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 13 481 2308913 cek-fakta-kopi-kekinian-tingkatkan-risiko-diabetes-Kx6gXDzUCA.jpg Es kopi kekinian (Foto : Dimas/Okezone)

Apakah Anda pencinta kopi? Sudah berapa kedai kopi yang Anda datangi dan cicipi racikannya?

Kopi kekinian menjamur pesat di banyak wilayah. Kekhasan dari racikan setiap kedai menjadi kekuatan kopi tersebut bertahan di industri perkopian.

Salah satu inovasi yang muncul adalah penggunaan gula aren. Kopi kekinian semacam itu pun menarik perhatian masyarakat dan tidak heran kalau kemudian nge-tren hingga sekarang.

Tapi, jika dilihat dari kacamata medis, apakah kopi kekinian itu aman untuk kesehatan? Atau malah memberi dampak jangka panjang yang tidak baik untuk kesehatan?

Es Kopi

Dokter Spesialis Gizi Primaya Hospital Makassar dr Andi Faradilah, SpGK, menerangkan bahwa kopi kekinian yang sedang marak di masyarakat itu perlu disikapi baik-baik, karena ada risiko diabetes di sana. Hal ini karena campuran yang ditambahkan ke dalam kopi.

"Pada dasarnya, kopi hitam mengandung nol kalori. Namun, ketika kopi hitam dicampurkan gula aren, susu, bahkan krimer, maka kadar gula dan kalori pada segelas kopi dapat menjadi tinggi. Hal tersebut yang dapat meningkatkan risiko terkena penyakit kencing manis atau diabetes," katanya pada Okezone melalui keterangan resmi, Jumat (13/11/2020).

Tentu, jumlah konsumsi kopi kekinian ini yang perlu diperhatikan. Karena itu, jangan ragu untuk memberi batasan konsumsi harian agar bisa meminimalisir risiko diabates gegara minuman hits tersebut.

Baca Juga : Kegerahan Nagita Slavina Pakai Kipas Tangan Rp19 Juta, Netizen: Anginnya Sedingin AC atau Es?

Dokter Andi menuturkan bahwa makanan atau minuman yang memicu diabetes itu adalah makanan yang berkalori tinggi dan makanan ini utamanya didapatkan pada karbohidrat yang mengandung gula sederhana. Kelebihan konsumsi makanan tersebut dapat meningkatkan kejadian obesitas yang akhirnya juga menjadi penyebab terjadinya diabetes.

"Jadi, makanan dan minuman ringan yang ada di pasaran selalu mengandung karbohidrat dan umumnya merupakan jenis karbohidrat sederhana," terangnya.

Menurut penelitian makanan added sugar di Indonesia pada 2018, makanan yang paling banyak dikonsumsi masyarakat adalah makanan dengan bentuk gula murni, kue-kue basah, roti manis, kue kering, kopi dan teh, es krim, jus kemasa, sirup, permen cokelat, minuman berenergi (isotonic), minuman karbonasi, dan lain sebagainya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini