Limbah Medis Meningkat Tajam, Masyarakat Diminta Konsisten Pakai Masker Kain

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Jum'at 13 November 2020 15:35 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 13 481 2309095 limbah-medis-meningkat-tajam-masyarakat-diminta-konsisten-pakai-masker-kain-ByjgcYkOgU.jpg Masker kain (Foto: Bangkok Post)

Pandemi Covid-19 membuat jumlah limbah medis meningkat signifikan. Menurut data yang dihimpun Kemenkes, di 2019 ada sekira 295 ton limbah medis per hari.

Sementara sepanjang pandemi Covid-19, jumlah limbah medis yang dihasilkan meningkat sebesar 30 persen.

Menanggapi hal ini Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah dan Limbah B3, KLHK, Rosa Vivien Ratnawati mengingatkan publik dan berbagai stakeholder untuk juga melakukan tindakan pengurangan sampah medis. Salah satunya dengan penggunaan masker secara bijak.

 masker kain

Ia meminta agar penggunaan masker medis sebisa mungkin digunakan bagi orang yang sakit. Sementara, bagi masyarakat yang sehat bisa mengurangi sampah medis dengan menggunakan masker kain yang aman.

Tentunya upaya untuk mengurangi limbah medis harus bisa dilakukan tanpa mengendurkan protokol penanganan Covid-19, yaitu memakai masker, cuci tangan dan jaga jarak.

"Ketika sehat, gunakan masker guna ulang (kain), karena menghindari penumpukan sampah masker. Dan bagaimana penggunaan masker sekali pakai, kami juga mengimbau bagi pemda untuk menyediakan tempat pembuangan masker di ruang publik," ucap Vivien dalam webinar ‘Seruan Nasional Dalam Akselerasi Penanganan Limbah Medis”⁣⁣, Jumat (13/11/2020).

Selain itu Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kemenkes, Kirana Pritasari menjelaskan bahwa setidaknya harus ada fasilitas pelayanan kesehatan yang bertanggung jawab dalam pengelolaan limbah medis yang baik.

 Baca juga: Heboh! Nagita Slavina Pakai Tanktop Terbalik Seharga Rp2 Juta, Netizen: OTW Jadi Tren

Menurut Kirana prinsip kewaspadaan sangat diperlukan dengan menangani dan menghindari pelayanan. Selain itu prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan medis juga bertujuan agar risiko pencemaran baik kimiawi dan biologi bisa dimitigasi.

"Selain itu butuh penanganan sedekat mungkin untuk mengendalikan faktor risiko limbah medis baik ke manusia atau lingkungan," tuntas Kirana.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini