Kisah Pelukis Puding Wajah Asal Jember, Terus Berjuang Bangkit saat Pandemi

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Jum'at 13 November 2020 20:09 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 13 612 2309244 kisah-pelukis-puding-wajah-asal-jember-berawal-dari-suka-menggambar-hMYsqA5iTq.jpg Puding lukisan wajah (Foto : Instagram/@bunda_yulia)

Sosok Yulia Ernawati belum lama ini menjadi sorotan publik karena kemampuan seninya yang dituangkan dalam makanan. Ya, wanita asal Jember, Jawa Timur ini mampu membuat lukisan di atas puding.

Melalui akun Instagramnya @bunda_yulia wanita berusia 45 tahun ini tak segan memperlihatkan hasil karyanya yang luar biasa. Dengan cekatan puding mampu digambar menyerupai wajah seseorang. Meski hanya puding, namun hasil akhirnya tak kalah keren dengan melukis di atas kertas.

Baca Juga : Kompaknya Audrey dan Becca Joget TikTok di Sela Syuting MasterChef Indonesia

Saat diwawancarai Okezone, Jumat (13/11/2020) melalui pesan singkat, Yulia mengaku telah menekuni profesi sebagai pelukis puding sejak Agustus 2016. Ia mengaku tertarik pada bidang ini lantaran merasa unik bisa melukis di atas puding.

“Unik karena lukisannya yg ada di atas media puding yang cenderung berair. Selain itu dari awal sejak saya sekolah, saya memang suka sekali dengan menggambar dan mewarnai,” terang Yulia kepada Okezone.

Meski demikian, keberhasilan Yulia membuat karya-karya hebat di atas puding tidaklah instan. Ia mengaku pernah mengalami kegagalan saat baru pertama kali menekuni profesinya sebagai pelukis puding.

“Kegagalan melukis mungkin diawal-awal ketika baru menekuni sebagai pelukis puding. Tapi puji Tuhan, sekarang sudah tidak pernah lagi,” lanjutnya.

Puding Lukisan Wajah

Yulia pun menjelaskan kesulitan utama dalam melukis diatas puding adalah saat melakukan pewarnaan. Ia harus cermat dan teliti supaya tidak melakukan kesalahan sedikitpun, sebab dapat berakibat fatal pada puding buatannya.

“Kesulitan kalau pewarnanya sampai mblobor. Selain itu melukis di atas puding bila terjadi kesalahan shading atau wajah yang dilukis tidak sengaja tercoret kuas dengan warna yang tidak sesuai, itu tidak bisa dihapus. Otomatis harus mengulang dari awal,” tutur Yulia.

Harga merakyat

Harga yang dibanderol Yulia untuk puding lukis buatannya pun terbilang cukup merakyat dibandingkan dengan tingkat kesulitan dalam pembuatannya. Sebab melukis di atas puding membutuhkan keahlian, pengalaman, serta keterampilan khusus yang tidak semua orang miliki.

“Untuk harga yang paling murah Rp175 ribu, sedangkan paling mahal Rp265 ribu,” terang Yulia.

Yulia mengatakan bahwa harga tersebut tidak termasuk apabila pelanggan meminta custom seperti penambahan tema khusus untuk dekorasi pudingnya. Selain itu harga juga tak termasuk dengan penambahan biaya apabila yang dilukis melebihi syarat dan ketentuan darinya.

Puding Lukisan Wajah

Dengan profesinya sebagai pelukis puding sejak Agustus 2016, Yulia mengaku mampu melukis hingga lima bentuk wajah dalam satu hari. Sementara itu hasil karya seni pudingnya pun sudah sangat dikenal oleh masyarakat Indonesia. Khususnya mereka yang berada di Pulau Jawa.

“Kalau pesanan ada yang dari Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Malang, dan Indramayu. Tetapi mereka kirim untuk saudara, kerabat, atau kolega yang ada di Jember,” lanjutnya.Terkait dengan kondisi usahanya di tengah pandemi virus corona Covid-19, Yulia mengaku awalnya sempat terkena dampak yang cukup besar. Bahkan beberapa pesanan melukis puding dibatalkan akibat pandemi.

“Tetapi puji Tuhan, sekarang kondisinya sudah mulai normal lagi bahkan semakin banyak pesanan. Untuk ke depannya saya masih mencoba menggabungkan puding lukis dengan puding art 3D,” tuntasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini