5 Mitos Toner yang Perlu Anda Ketahui

Wilda Fajriah, Jurnalis · Senin 16 November 2020 11:54 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 16 481 2310266 5-mitos-toner-yang-perlu-anda-ketahui-SokczWd8wB.jpg Ilustrasi (Foto: Freepik)

Toner sering dicurigai sebagai salah satu skincare yang menyebabkan kemerahan, kulit kering, dan memiliki cairan astringent. Faktanya, mereka melewatkan alkohol dan menggabungkan bahan-bahan yang mencerahkan serta menenangkan yang menambah keseimbangan, hidrasi dan ketenangan pada kulit Anda.

Selain itu, masih ada mitos-mitos lain tentang toner yang sebaiknya tidak Anda percayai. Melansir Times of India, berikut mitos-mitos tentang toner yang harus Anda ketahui.

Toner menyebabkan kulit kering

Jika Anda memilih toner tanpa kandungan alkohol, toner bisa sangat menyeimbangkan dan melembabkan kulit. Ada banyak jenis toner bagus yang tersedia saat ini yang dapat Anda pilih.

Jika Anda terbiasa dengan rasa kencang yang disebabkan toner, itu karena alkohol yang menghilangkan kelembapan kulit yang merusak tingkat pH kulit. Hal ini, pada gilirannya, menyebabkan sifat berminyak dalam jangka panjang karena kurangnya kelembapan dan hidrasi dapat menyebabkan kompensasi berlebih pada kulit.

Toner digunakan sebagai alternatif pembersih

Toner dimaksudkan sebagai langkah setelah Anda membersihkan dan sebelum Anda merawat kulit Anda dengan produk lain seperti serum dan pelembab. Toner dapat melakukan hal yang mungkin tidak dapat dilakukan pembersih sepenuhnya.

Ini dapat menghilangkan minyak, kotoran, polusi atau bakteri yang tertinggal di wajah Anda. Ini lebih seperti pembersihan ganda. Toner tidak boleh digunakan sebagai alternatif pembersih karena tidak memiliki sifat pengemulsi seperti pembersih.

Toner adalah zat yang keras

Toner sebenarnya bisa menjadi cara yang aman dan efektif untuk membersihkan sel kulit mati tanpa menyebabkan peradangan. Alih-alih menggunakan scrub abrasif pada kulit Anda, Anda dapat menggunakan toner sebagai exfoliator kimiawi yang lebih lembut untuk menghilangkan lapisan atas kulit Anda.

Asam salisilat atau toner asam glikolat bekerja sangat baik jika Anda perlu mengontrol minyak berlebih pada kulit Anda. Untuk kulit yang lebih tua, gunakan toner asam polihidroksi. Untuk kulit kering, toner berbasis asam laktat akan membantu menenangkan kulit sekaligus melembabkannya.

 Toner sering dicurigai sebagai salah satu skincare yang menyebabkan kemerahan, kulit kering.

Baca juga: Yuk Buat Spaghetti Habang ala Rumahan, Ini Cara Bikinnya

Toner mengecilkan pori-pori

Pori-pori sama sekali tidak seperti pintu yang dapat membuka dan menutup, jadi Anda tidak bisa mengecilkan atau mengubah ukurannya. Pori-pori Anda, bagaimanapun, kemungkinan besar akan melebar saat tersumbat.

Sehingga pori-pori yang bersih terlihat lebih kecil dan lebih halus. Di sinilah peran toner masuk. Toner berbasis asam mampu meningkatkan pergantian sel dan menyerap ke dalamnya untuk membersihkan kotoran, riasan, dan residu minyak.

Toner tidak dapat digunakan pada kulit sensitif

Toner dengan formula ringan dapat meresap cukup baik ke dalam kulit. Jika Anda memiliki kulit sensitif, carilah toner yang memiliki bahan penenang. Pilih bahan-bahan seperti kamomil dan panthenol dalam toner Anda.

Toner jenis ini akan menyeimbangkan tingkat pH dan melembabkan kulit Anda. Mereka dapat digunakan dua kali sehari jika diperlukan. Bahan penenang lainnya dalam toner termasuk gliserin, lidah buaya dan air mawar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini