Pro Kontra RUU Minol, Ini Bahaya Minuman Beralkohol bagi Tubuh Manusia

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Senin 16 November 2020 19:34 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 16 481 2310599 pro-kontra-ruu-minol-ini-bahaya-minuman-beralkohol-bagi-tubuh-manusia-LA8LSK1cPH.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

RANCANGAN Undang-Undang (RUU) Larangan minuman beralkohol (Minol) menjadi salah satu program legislasi nasional (Prolegnas) prioritas tahun 2020. Beberapa pasal di dalamnya mengatur soal kriteria minuman beralkohol, klasifikasi jenis kandungan alkohol, hingga pada sanksi bagi produsen, penjual dan yang mengonsumsinya.

Pembahasan RUU mengenai Minol ini sebenarnya sempat tertunda sekian lama sejak diusulkan tahun 2015 silam. Pro-kontra pun menyeruak seiring diusulkannya kembali RUU Minol saat ini. Meski demikian mengonsumi minuman beralkohol memang memiliki banyak dampak negatif bagi tubuh, merangkum dari Cone Health, Senin (16/11/2020), berikut ulasannya.

1. Merusak kekebalan tubuh

Sistem kekebalan tubuh berfungsi untuk melawan kuman, virus, dan penyakit lain di tubuh manusia. Alkohol memperlambat sistem kekebalan, membuat sel darah putih yang melawan bakteri menjadi lambat dan kurang efisien. Peminum berat mungkin lebih mungkin mudah terserang penyakit seperti tuberkulosis atau pneumonia, dan peningkatan risiko berbagai bentuk kanker.

2. Merusak tulang

Mengonsumsi alkohol menghambat produksi tulang baru, menempatkan seseorang pada risiko osteoporosis dan patah tulang. Alkohol juga membuat otot lebih cenderung melemah, kram atau atrofi.

3. Memengaruhi sistem reproduksi

Salah satu efek samping umum mengonsumsi alkohol pada pria adalah disfungsi ereksi. Produksi hormon juga dapat terhambat sehingga menyebabkan kemandulan. Pada wanita, alkohol dapat menyebabkan berhenti menstruasi dan kemandulan. Ini juga meningkatkan risiko kanker payudara.

4. Sistem peredaran darah

Hanya dengan sekali meminum minuman beralkohol maka dapat menyebabkan masalah pada jantung seseorang. Oleh karena itu peminum berat lebih cenderung memiliki masalah jantung daripada bukan pengonsumsi alkohol. Risikonya bahkan lebih tinggi untuk wanita. Masalah jantung termasuk meliputi keracunan sel otot jantung, detak jantung tidak teratur, tekanan darah tinggi, stroke, atau serangan jantung.

 Mengonsumi minuman beralkohol memang memiliki banyak dampak negatif bagi tubuh.

Baca juga: Brulle Boom, Camilan Cocok Buat Orang yang Tak Suka Manis

5. Sistem pencernaan

Kerusakan serius bisa terjadi dengan cepat pada sistem pencernaan akibat alkohol. Alkohol mempersulit usus untuk mengendalikan bakteri dan menyerap nutrisi yang dapat menyebabkan malnutrisi. Alkohol juga diketahui menyebabkan beberapa gangguan pencernaan seperti: kerusakan kelenjar ludah, penyakit gusi dan kerusakan gigi, kerongkongan ulkus, refluks asam dan mulas, sakit maag dan gastritis, pendarahan di dalam, dan wasir.

6. Sistem saraf pusat

Alkohol dapat mengubah perilaku seseorang. Alkohol dapat menghambat berbicara, yang menyebabkan ucapan dan koordinasi menjadi tidak jelas. Ini memengaruhi kontrol impuls dan kemampuan untuk membuat ingatan, yang menyebabkan pemadaman sementara. Alkohol dapat menyebabkan mati rasa, kelemahan, dan kelumpuhan sementara.

Penggunaan alkohol dalam jangka panjang bisa mengecilkan lobus frontal otak. Minum alkohol dalam jumlah banyak dapat menyebabkan ketergantungan yang parah.

7. Sistem ekskresi

Sistem ini bertanggung jawab untuk mengeluarkan produk limbah, seperti alkohol, dari tubuh. Konsumsi alkohol yang berlebihan dapat menyebabkan pankreas kehilangan produksi insulin normal dan membuat zat beracun yang dapat menyebabkan kerusakannya. Alkohol yang berlebihan dapat membahayakan hati, yang tugasnya memecah zat berbahaya di dalam tubuh.

Kondisi ini dapat menyebabkan hepatitis, penyakit kuning, dan sirosis, yang merupakan penumpukan jaringan parut yang akhirnya merusak organ tersebut. Alkohol dapat menyebabkan peradangan ginjal, kandung kemih dan prostat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini